Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus siswa autis sedang kelas I di SLB Kartini Saumlaki melalui permainan bongkar pasang anggota tubuh menggunakan media puzzle. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah dua siswa autis sedang, yaitu SN dan MN. Data dikumpulkan melalui observasi, tes unjuk kerja, wawancara, dan dokumentasi. Indikator kemampuan motorik halus meliputi menjumput kepingan, memegang kepingan, memutar kepingan, memasang kepingan, koordinasi mata-tangan, dan durasi fokus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai pada kedua subjek. SN meningkat dari 20 pada pre-test menjadi 45 pada siklus I dan 65 pada siklus II, sedangkan MN meningkat dari 25 menjadi 47 dan 69. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media puzzle anggota tubuh dapat membantu siswa lebih fokus, terarah, dan mandiri dalam melakukan aktivitas motorik halus. Dengan demikian, permainan bongkar pasang anggota tubuh menggunakan media puzzle dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran motorik halus bagi siswa autis di sekolah luar biasa.
Copyrights © 2026