Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah penduduk, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK), dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur dengan Gini Ratio di Kota Medan selama periode 2010–2024. Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan yang dapat memengaruhi kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik dan instansi terkait. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap Gini Ratio sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk, IKK, dan UMP memiliki hubungan dengan tingkat ketimpangan pendapatan di Kota Medan, baik secara parsial maupun simultan. Peningkatan jumlah penduduk dapat memengaruhi distribusi pendapatan melalui perubahan struktur ekonomi dan pasar tenaga kerja. IKK yang mencerminkan tingkat kemahalan pembangunan di suatu daerah juga berpotensi memengaruhi biaya hidup dan aktivitas ekonomi masyarakat. Sementara itu, UMP berperan dalam meningkatkan pendapatan pekerja sehingga dapat berdampak pada perubahan tingkat ketimpangan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor demografi dan ekonomi memiliki kontribusi terhadap perubahan Gini Ratio di Kota Medan selama periode penelitian. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pemerataan pendapatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Copyrights © 2026