Penelitian ini mengkaji konstruksi diskursif diplomasi korporat dalam program Samsung Smart Learning Class (SSLC) di Indonesia. Dengan menggunakan analisis tematik kualitatif, penelitian ini menelaah 8 dokumen inti yang terdiri dari laporan keberlanjutan, siaran pers, dan tinjauan operasional yang disaring dari 12 teks awal. Dengan mengaitkan data tersebut dengan pilar-pilar pendidikan digital UNESCO dan model Legitimasi Strategis Marschlich, terlihat adanya keselarasan konseptual yang spesifik. Pertama, perusahaan menerapkan kepatuhan selektif; dengan memenuhi Pilar 2 (perangkat keras) dan Pilar 3 (pelatihan), perusahaan secara langsung membangun Legitimasi Pragmatis dan Legitimasi Kognitif. Kedua, membingkai intervensi sebagai solusi normatif menghasilkan Legitimasi Moral. Yang terpenting, pengabaian strategis terhadap Pilar 1 (tata kelola) dan Pilar 5 (pendanaan) menetapkan batasan operasional. Pada akhirnya, diplomasi ini dibangun sebagai katalis teknologi yang terbatasi, memaksimalkan legitimasi diplomatik sekaligus mengelola kewajiban korporasi secara logis.
Copyrights © 2026