Kesenjangan antara tuntutan kurikulum Deep Learning dan realitas implementasi di sekolah dasar Indonesia menjadi masalah utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dilema dan posisi guru dalam implementasi kurikulum Deep Learning di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan analisis isi tematik terhadap 45 artikel yang terbit pada rentang tahun 2024–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun guru memiliki kesiapan internal tinggi, implementasi Deep Learning terhambat oleh tekanan struktural seperti beban administrasi, keterbatasan infrastruktur digital, dan budaya sekolah yang kaku. Kondisi ini menciptakan kesenjangan kesiapan dan realitas (readiness-reality gap) yang memicu regresi pedagogis. Namun, komunitas belajar kolaboratif dan pelatihan kontekstual diidentifikasi sebagai faktor pendukung utama. Disimpulkan bahwa keberhasilan transformasi Deep Learning memerlukan intervensi multi-level yang berfokus pada pemberdayaan guru sebagai aktor sentral kurikulum.
Copyrights © 2026