Pendidikan tidak hanya terfokus pada pencapaian kognitif siswa, tetapi juga pada pembentukan karakter yang menunjukkan prinsip kepedulian sosial. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa pendidikan karakter masih menghadapi banyak tantangan, terutama pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen pendidikan karakter dalam membentuk kepedulian sosial siswa di SMA Negeri 3 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 5 orang, dan berfokus pada: (1) perencanaan pengembangan pendidikan karakter untuk menumbuhkan sikap kepedulian siswa; (2) pola pembentukan karakter siswa melalui berbagai kegiatan pendidikan; dan (3) sistem penilaian pendidikan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dilakukan secara sistematis dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan mengintegrasikan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler; (2) pola pembentukan karakter menggabungkan pembelajaran di kelas, pembiasaan, budaya sekolah, dan kegiatan sosial; (3) penilaian dilakukan melalui observasi sikap yang dijurnalkan dalam catatan guru, penilaian diri, dan penilaian antarteman. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan karakter yang terencana dan berkelanjutan mampu membentuk kepedulian sosial siswa secara optimal.
Copyrights © 2026