Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya inovasi produk, belum optimalnya penguatan identitas merek usaha batik Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal melalui penguatan inovasi produk, branding, packaging, dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kelompok pengrajin batik, pemerintah desa, dan tim pengabdian. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi dan kebutuhan, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengrajin dalam menciptakan motif batik berbasis identitas lokal Desa Klampar, penguatan identitas merek dan kemasan produk, serta pemanfaatan WhatsApp Business, Instagram, Facebook dan Tiktok sebagai media pemasaran digital. Perubahan tersebut berdampak pada meningkatnya daya tarik produk, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan nilai jual batik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendampingan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan kapasitas usaha batik masyarakat desa serta berkontribusi terhadap peningkatan daya saing dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026