Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

From Classroom To Public Space: How Communication Education Shapes Critical Citizenship Farah Diba; Rika Handayani; Ludfi; Dedi Andrianto; Muhamad Towil Akhirudin
Qoumun: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2026): Qoumun: Journal of Social and Humanities
Publisher : Cv. Kayaswara, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65097/qoumun.v2i1.147

Abstract

Purpose of the study: This study aimed to map how classroom communication education practices transform into citizens' critical participation capacities in the public sphere, addressing fundamental questions raised by the digital public sphere's transformation, marked by polarization, misinformation, and discursive fragmentation. Methodology: A Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA approach was applied, based on 47 Scopus- and Sinta-indexed articles published between 2015 and 2025. Main Findings: The findings reveal four main dimensions connecting communication education with critical citizenship: critical media literacy, dialogic pedagogy, deliberative digital participation, and resistance to dominant discourses. The study concludes that communication education should be reconceptualized as a transformative social praxis, integrating Habermasian public sphere theory, Freirean critical pedagogy, and digital citizenship approaches to address contemporary challenges to deliberative democracy. Novelty/Originality of this study: The novelty lies in the systematic integration of Habermasian public sphere theory, Freirean critical pedagogy, and digital citizenship approaches into a single transformative social praxis framework for communication education specifically mapping how classroom practices translate into critical participation capacities in the digital public sphere an integrative model not previously documented in the context of addressing polarization, misinformation, and discursive fragmentation in contemporary deliberative democracy.
Keabsahan Alat Bukti Digital Berbasis Internet of Things dalam Hukum Acara Pidana Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 Moh. Mujibur Rohman; Andes Robensyah; Ludfi; Jamaludin
Jurnal Hukum Siber dan Regulasi Teknologi Vol. 1 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Sah Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The utilization of Internet of Things (IoT) devices in everyday social life has generated digital data that is increasingly used as evidence in criminal cases. This development raises legal issues concerning the status and validity of IoT-based digital evidence within the Indonesian criminal procedure system following the enactment of Law Number 20 of 2025 on the Criminal Procedure Code. This study focuses on analyzing the legal validity of IoT-based digital evidence and its implications for the protection of suspects’ rights in the criminal evidentiary process. The research employs a normative juridical method by examining statutory provisions, principles of criminal evidence law, and relevant legal doctrines. The findings indicate that IoT-based digital evidence is recognized as legally valid provided that it is obtained lawfully, meets the requirements of data authenticity and integrity, and is supported by digital forensic examination and expert testimony. However, the use of such evidence also poses risks to the right to privacy and the principle of due process of law if it is not accompanied by clear and proportionate procedures. Therefore, strengthening technical and procedural regulations, as well as enhancing the capacity of law enforcement authorities, is necessary to ensure that the use of IoT evidence operates fairly and in balance within the criminal justice system.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA KLAMPAR KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN Ahmad Rofiqi Tanzil; Ade Yuliana; Asep Alipudin; Siti Amaliati; Ludfi
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya inovasi produk, belum optimalnya penguatan identitas merek usaha batik Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal melalui penguatan inovasi produk, branding, packaging, dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kelompok pengrajin batik, pemerintah desa, dan tim pengabdian. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi dan kebutuhan, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengrajin dalam menciptakan motif batik berbasis identitas lokal Desa Klampar, penguatan identitas merek dan kemasan produk, serta pemanfaatan WhatsApp Business, Instagram, Facebook dan Tiktok sebagai media pemasaran digital. Perubahan tersebut berdampak pada meningkatnya daya tarik produk, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan nilai jual batik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendampingan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan kapasitas usaha batik masyarakat desa serta berkontribusi terhadap peningkatan daya saing dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA KLAMPAR KECAMATAN PROPPO KABUPATEN PAMEKASAN Ahmad Rofiqi Tanzil; Ade Yuliana; Asep Alipudin; Siti Amaliati; Ludfi
Saweu: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Saweu : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : STAI Nusantara Kota Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya inovasi produk, belum optimalnya penguatan identitas merek usaha batik Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal melalui penguatan inovasi produk, branding, packaging, dan digitalisasi pemasaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan kelompok pengrajin batik, pemerintah desa, dan tim pengabdian. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi dan kebutuhan, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengrajin dalam menciptakan motif batik berbasis identitas lokal Desa Klampar, penguatan identitas merek dan kemasan produk, serta pemanfaatan WhatsApp Business, Instagram, Facebook dan Tiktok sebagai media pemasaran digital. Perubahan tersebut berdampak pada meningkatnya daya tarik produk, perluasan jangkauan pasar, serta peningkatan nilai jual batik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pendampingan pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan kapasitas usaha batik masyarakat desa serta berkontribusi terhadap peningkatan daya saing dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.