Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini didorong oleh keterbatasan peserta dalam menyusun berita dengan struktur yang baik, membedakan antara fakta dan opini, melakukan verifikasi informasi, serta menerapkan etika jurnalistik di lingkungan digital. Untuk mengatasi masalah tersebut, diselenggarakan pelatihan jurnalistik digital dengan pendekatan learning by doing, yang didampingi langsung oleh fasilitator yang bekerja sama dengan tim pengabdi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menulis berita, menggunakan kutipan dan sumber informasi secara akurat, serta menerapkan prinsip-prinsip jurnalistik dalam penulisan. Program ini melibatkan 30 peserta yang terdiri dari 27 mahasiswa, dua pelajar sekolah menengah, dan satu karyawan swasta. Metode pelaksanaan mencakup orientasi, penyampaian materi, praktik penulisan berita, peer editing, revisi naskah, evaluasi, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan rubrik penilaian dengan skala 1–5 yang mencakup aspek lead, struktur berita, kedalaman informasi, penggunaan kutipan, etika jurnalistik, dan penggunaan bahasa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas naskah meningkat dari 1,92 pada draf awal menjadi 4,08 setelah revisi atau mengalami peningkatan sekitar 112,5%. Peningkatan ini terjadi di semua aspek penilaian dengan capaian tertinggi pada penggunaan kutipan dan etika jurnalistik; disusul oleh peningkatan pada lead, struktur berita, kedalaman informasi, dan penggunaan bahasa. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik bersama pendampingan dan umpan balik dari fasilitator efektif dalam meningkatkan kualitas penulisan berita peserta sehingga lebih sistematis, akurat, objektif dan sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik.
Copyrights © 2026