Pemasaran menjadi elemen fundamental bagi pelaku usaha dalam memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka. Warga RW 14, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha mikro melalui pemanfaatan limbah minyak jelantah yang diolah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat dengan peningkatan keterampilan produksi serta memperkuat kemampuan pemasaran berbasis digital. Metode yang diterapkan melibatkan sosialisasi, demonstrasi pembuatan akun media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta platform e-commerce seperti Shopee, disertai evaluasi efektivitas implementasinya. Lewat pelatihan digital marketing, warga menjadi lebih memahami bagaimana memanfaatkan media sosial dan e-commerce sebagai alat promosi serta penjualan yang efisien. Strategi pemasaran ini berpeluang memperluas jangkauan pasar, meningkatkan margin keuntungan, sekaligus mendukung citra produk sebagai solusi ramah lingkungan. Dengan adanya program ini, warga tidak hanya mendapat penguatan kemampuan produksi dan pemasaran, tetapi juga memperoleh dorongan menuju pemberdayaan ekonomi berbasis digital yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026