Susu kambing merupakan pangan bergizi tinggi yang kaya protein, lemak, dan mineral serta mudah dicerna. Namun, minat konsumsi masyarakat masih rendah karena aroma dan cita rasa khas susu kambing yang kurang disukai. Salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan konsumen adalah melalui inovasi produk dengan penambahan bahan alami, seperti kopi dan air lemon. Kopi memiliki aroma dan cita rasa kuat yang dapat membantu menutupi aroma khas susu kambing, sedangkan air lemon memberikan rasa segar dan membantu meningkatkan stabilitas produk karena kandungan asam sitratnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kopi susu kambing pasteurisasi dengan penambahan air lemon pada konsentrasi berbeda serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan uji organoleptik. Penelitian menggunakan metode analisis sensoris deskriptif dengan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Panelis yang digunakan sebanyak 30 orang. Perlakuan terdiri atas P0 (kopi susu kambing tanpa air lemon), P1 (penambahan air lemon 10 ml), dan P2 (penambahan air lemon 15 ml). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air lemon berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada warna, aroma, rasa, dan tekstur kopi susu kambing pasteurisasi. Berdasarkan uji BNT, perlakuan P0 berbeda nyata dengan P1 dan P2. Perlakuan yang paling disukai panelis adalah P0, yaitu kopi susu kambing tanpa penambahan air lemon. Dengan demikian, formulasi tanpa air lemon menjadi perlakuan terbaik, sedangkan penggunaan air lemon perlu dibatasi agar tetap memberikan sensasi segar tanpa menurunkan kualitas sensori produk.
Copyrights © 2026