Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Lingkungan Berkelanjutan di Komunitas PSG Guluk-Guluk melalui Sosialisasi Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Biopori Anisah; Joko Purdiyanto; Diasyurannyta A. M; Miftahol Arifin; Cepryana S Widyananda
Abdi Dharma Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v6i1.4349

Abstract

SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk merupakan sekolah berbasis lingkungan yang secara aktif mengembangkan pengelolaan sampah berkelanjutan melalui komunitas Pemulung Sampah Gaul (PSG). Komunitas ini telah berperan dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan pengelolaan sampah anorganik melalui prinsip 3R. Meskipun telah menunjukkan dampak positif dan memperoleh pengakuan nasional, keberlanjutan program menghadapi kendala pada aspek regenerasi pengetahuan dan keterampilan teknis, khususnya dalam pembuatan pupuk organik yang sesuai standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anggota PSG melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan pupuk organik berbasis biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan lubang biopori serta pengelolaan sampah organik. Kegiatan dilaksanakan di SMA 3 Annuqayah Guluk-Guluk dengan melibatkan anggota komunitas PSG sebagai peserta utama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami konsep biopori, teknik pembuatan lubang biopori, serta proses penguraian sampah organik menjadi pupuk kompos. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung, yang mencerminkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas komunitas sekolah dalam pengelolaan sampah organik dan produksi pupuk organik berbasis biopori. Penerapan teknologi biopori diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan program PSG serta mendorong terbentuknya budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.
The Effect of Adding Coffee and Lemon Water on the Organoleptic Properties of Pasteurized Goat Milk Joko Purdiyanto; Diasyurannyta A. Marheni; Abdurrahman Abdurrahman; Muzammil Muzammil; M. Habibur Rohib; Sallim Ali; Cepryana S Widyananda
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.2961

Abstract

Susu kambing merupakan pangan bergizi tinggi yang kaya protein, lemak, dan mineral serta mudah dicerna. Namun, minat konsumsi masyarakat masih rendah karena aroma dan cita rasa khas susu kambing yang kurang disukai. Salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan konsumen adalah melalui inovasi produk dengan penambahan bahan alami, seperti kopi dan air lemon. Kopi memiliki aroma dan cita rasa kuat yang dapat membantu menutupi aroma khas susu kambing, sedangkan air lemon memberikan rasa segar dan membantu meningkatkan stabilitas produk karena kandungan asam sitratnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kopi susu kambing pasteurisasi dengan penambahan air lemon pada konsentrasi berbeda serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan uji organoleptik. Penelitian menggunakan metode analisis sensoris deskriptif dengan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Panelis yang digunakan sebanyak 30 orang. Perlakuan terdiri atas P0 (kopi susu kambing tanpa air lemon), P1 (penambahan air lemon 10 ml), dan P2 (penambahan air lemon 15 ml). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air lemon berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada warna, aroma, rasa, dan tekstur kopi susu kambing pasteurisasi. Berdasarkan uji BNT, perlakuan P0 berbeda nyata dengan P1 dan P2. Perlakuan yang paling disukai panelis adalah P0, yaitu kopi susu kambing tanpa penambahan air lemon. Dengan demikian, formulasi tanpa air lemon menjadi perlakuan terbaik, sedangkan penggunaan air lemon perlu dibatasi agar tetap memberikan sensasi segar tanpa menurunkan kualitas sensori produk.