Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DALAM PERILAKU NARSIS PADA PELAJAR SMA DI KOTA PEKANBARU Gunawan Saleh; Muzammil Muzammil
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35967/jkms.v7i2.7337

Abstract

Media sosial Instagram mengakibatkan tingginya angka ketergantungan dikalangan pelajar sehingga berperilaku narsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media sosial Instagram dalam perilaku narsis pada pelajar SMA di Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan terhadap beberapa sekolah SMA yang ada di Kota Pekanbaru diantaranya SMAN 1 Pekanbaru, SMKN 1 Pekanbaru, SMA Al-Azhar Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dimana data dikumpulkan melalui angket dan dokumentasi. Penelitian ini menguji ada atau tidaknya pengaruh indikator variabel X (Pengaruh Media Sosial Instagram) yaitu Homepage, Comments, Like, Hastag, Caption, Follow, Stories, Photo dan Video terhadap variabel Y (perilaku narsis) dengan variabel indikator populer, percaya diri tinggi, berimajinasi, dikagumi, layak istimewa, kurang empati, iri dan gaya hidup. Sehingga hasil yang disimpulkan terdapat pengaruh antara media sosial Instagram dalam perilaku narsis pada pelajar SMA di Kota Pekanbaru dan terdapat fakto-faktor pelajar dalam berperilaku narsis diantaranya sering menampilkan foto selfie, berkomentar status dan berbagi informasi.
Konstruksi Makna Keteladanan dalam Maulid Al-Barzanji Bab XVIII Karya Syaikh Ja’far Al-Barzanji: Kajian Struktural dan Intertekstual Muzammil Muzammil; Ade Kosasih; Ikhwan Ikhwan
Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan  Vol. 4 No. 3 (2026): Juli: Pragmatik : Jurnal Rumpun Ilmu Bahasa dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/pragmatik.v4i3.2787

Abstract

This study examines how Maulid Al-Barzanji Chapter XVIII constructs the meaning of exemplary conduct (keteladanan) of Prophet Muhammad through its literary structure and intertextual network. Using a descriptive-qualitative method with structuralist and intertextual approaches (Kristeva and Genette), the study analyzes the text’s thematic architecture and its transformative relationships with classical Islamic sources including al-Shamāʼil al-Muḥammadiyyah, al-Sīrah al-Nabawiyyah, and authenticated hadith. The findings reveal that each faṣīlah functions as a rhetorical unit that not only conveys prophetic virtues, simplicity, social care, forgiveness, moral courage, and spirituality, but systematically constructs them into a unified moral argument. Intertextual analysis demonstrates that Al-Barzanji does not merely reproduce his sources; he transforms narrative-descriptive material into poetic-reflective devotional literature. This aesthetic transformation is the mechanism by which the text produces meaning beyond information transfer. The study concludes that Maulid Al-Barzanji Chapter XVIII functions as a model of Islamic literary adaptation: a classical genre that encodes prophetic exemplarity through the interplay of structure and intertextuality.
The Effect of Adding Coffee and Lemon Water on the Organoleptic Properties of Pasteurized Goat Milk Joko Purdiyanto; Diasyurannyta A. Marheni; Abdurrahman Abdurrahman; Muzammil Muzammil; M. Habibur Rohib; Sallim Ali; Cepryana S Widyananda
Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis Vol. 11 No. 1 (2026): Maduranch : Jurnal Ilmu Peternakan dan Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53712/maduranch.v11i1.2961

Abstract

Susu kambing merupakan pangan bergizi tinggi yang kaya protein, lemak, dan mineral serta mudah dicerna. Namun, minat konsumsi masyarakat masih rendah karena aroma dan cita rasa khas susu kambing yang kurang disukai. Salah satu upaya untuk meningkatkan penerimaan konsumen adalah melalui inovasi produk dengan penambahan bahan alami, seperti kopi dan air lemon. Kopi memiliki aroma dan cita rasa kuat yang dapat membantu menutupi aroma khas susu kambing, sedangkan air lemon memberikan rasa segar dan membantu meningkatkan stabilitas produk karena kandungan asam sitratnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadap kopi susu kambing pasteurisasi dengan penambahan air lemon pada konsentrasi berbeda serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan uji organoleptik. Penelitian menggunakan metode analisis sensoris deskriptif dengan uji hedonik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Panelis yang digunakan sebanyak 30 orang. Perlakuan terdiri atas P0 (kopi susu kambing tanpa air lemon), P1 (penambahan air lemon 10 ml), dan P2 (penambahan air lemon 15 ml). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air lemon berpengaruh terhadap tingkat kesukaan panelis pada warna, aroma, rasa, dan tekstur kopi susu kambing pasteurisasi. Berdasarkan uji BNT, perlakuan P0 berbeda nyata dengan P1 dan P2. Perlakuan yang paling disukai panelis adalah P0, yaitu kopi susu kambing tanpa penambahan air lemon. Dengan demikian, formulasi tanpa air lemon menjadi perlakuan terbaik, sedangkan penggunaan air lemon perlu dibatasi agar tetap memberikan sensasi segar tanpa menurunkan kualitas sensori produk.
REPRESENTATION OF ISLAMIC VALUES IN THE FILM “PANTASKAH AKU BERHIJAB”: A SEMIOTIC ANALYSIS OF THE CONCEPT OF HIJAB AS A SYMBOL OF SELF-PROTECTION FROM SEXUAL VIOLENCE AMONG STUDENTS Muzammil Muzammil; Zahrotul Jannah
Journal Analytica Islamica Vol 15, No 4 (2026): ANALYTICA ISLAMICA (In Press)
Publisher : Program Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jai.v15i4.30841

Abstract

This study aims to analyze the representation of Islamic values in the film Pantaskah Aku Berhijab through Roland Barthes’ semiotic analysis, focusing on the concept of hijab as a symbol of self-protection from sexual violence among students. The study is motivated by the increasing number of sexual violence cases, the importance of Islamic value-based media literacy, and the influence of film as a medium in shaping students’ perspectives and character. This research employs a descriptive qualitative interpretive approach, with data collected through observation of film scenes, documentation, and interviews. The data were analyzed using Roland Barthes’ semiotic theory, which includes denotative, connotative, and mythical meanings. The findings show that the film represents the hijab as an Islamic identity that functions not only as a means of covering the body, but also as a symbol of spiritual transformation, religious awareness, and the formation of Muslim women’s identity. In addition, the hijab is represented as a symbol of self-protection encompassing moral, psychological, and spiritual dimensions, without positioning it as the sole factor in preventing sexual violence. The film also represents Islamic moral values, such as preserving personal honor (hifz al-‘ird), mutual respect, maintaining boundaries in social interactions, responsibility, empathy, and the formation of healthy relationships as part of efforts to prevent sexual violence. This study concludes that Pantaskah Aku Berhijab serves as an educational medium capable of representing Islamic values contextually and contributing to the strengthening of character education, media literacy, and students’ awareness of the importance of preserving personal honor and building healthy social relationships based on Islamic teachings.