Kemandirian merupakan kompetensi kritis bagi remaja di lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) untuk mempersiapkan transisi menuju kehidupan mandiri di masyarakat. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kemandirian multidimensional anak asuh. Desain penelitian menggunakan one-group pretest-posttest dengan melibatkan 15 anak asuh berusia 15-18 tahun dari LKSA As-Shohwah Pekanbaru yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi terdiri dari enam sesi bimbingan kelompok yang mengintegrasikan diskusi kelompok, refleksi diri, dan peer learning untuk mengembangkan tiga dimensi kemandirian: emotional autonomy, behavioral autonomy, dan value autonomy. Data dikumpulkan menggunakan instrumen skala Likert dengan 23 item sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data posttest tidak memenuhi asumsi normalitas. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemandirian anak asuh (Z = −2.714, p = 0.007) dengan ukuran efek besar (r = 0.701). Rerata skor kemandirian meningkat dari 92.13 pada pretest menjadi 98.00 pada posttest. Temuan ini mengindikasikan bahwa bimbingan kelompok yang terstruktur mampu menjadi strategi intervensi yang efektif dan praktis untuk mengembangkan kemandirian pada anak asuh di LKSA. Implikasi praktis mencakup integrasi bimbingan kelompok dalam program pengasuhan rutin, pengembangan kapasitas fasilitator, dan kolaborasi lintas institusi untuk mendukung persiapan transisi anak asuh menuju kehidupan mandiri. Penelitian ini memberikan bukti empiris pada literatur tentang intervensi psikoedukatif berbasis kekuatan untuk anak-anak yang mengalami deprivasi keluarga.
Copyrights © 2026