Paparan pornografi pada remaja menjadi tantangan yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis, perilaku, dan pembentukan karakter. Remaja yang tinggal di panti asuhan memerlukan upaya preventif melalui layanan konseling kelompok untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya pornografi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan konseling kelompok dalam memberikan pemahaman tentang bahaya pornografi pada remaja di Panti Asuhan Kasih Ibu Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan terdiri atas seorang konselor dan empat remaja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok, remaja memiliki pemahaman yang terbatas mengenai bahaya pornografi dan kurang terbuka membahas isu seksualitas. Pelaksanaan konseling berlangsung melalui tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran dengan metode diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman. Konseling kelompok meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kemampuan remaja dalam mengendalikan diri dan menggunakan media digital secara lebih bijaksana. Keberhasilan layanan didukung oleh kompetensi konselor, dinamika kelompok yang kondusif, dan dukungan pihak panti, sedangkan hambatan utama meliputi rasa malu, rendahnya kepercayaan diri, dan perbedaan tingkat keterbukaan peserta. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kelompok merupakan layanan preventif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pornografi.
Copyrights © 2026