Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERAN PENDAMPING LEMBAGA BATHIN LIMO BOMBAN MINEH DALAM MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT SUKU SAKAI KABUPATEN SIAK Rosmita; Listiawati; Fatmawati; Ade Novia Septrianti
JURNAL SOSIO-KOMUNIKA Vol 2 No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM STISIP Persada Bunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57036/jsk.v2i1.46

Abstract

The purpose of this study is to find out the role of assistance carried out by the Bathin Limo Bomban Mineh Institute in empowering the people of West Minas. As for this type of research is descriptive qualitative, with research informants totaling 6 (six) people with categories namely 1(one) person as key informant and 5 (five) supporting informants. The results of this study are that there is a companion role carried out by the bathin limo bomban mineh institution such as providing educational scholarship assistance for Sakai tribal children who are assisted by companies operating in the area and discussion by inviting the Sakai tribe community to be able to make changes towards better, providing direction and training in making handicrafts.
Makna pengalaman residen dalam bimbingan keterampilan vokasional pada rehabilitasi narkoba: sebuah studi fenomenologi Maudi Nanda Fitri; Rahmad; Suhaimi; Rosmita; Nurjanis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711500

Abstract

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menimbulkan dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis, tetapi juga menghambat kesiapan individu untuk kembali menjalankan fungsi sosial setelah menjalani rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pelaksanaan bimbingan keterampilan vokasional pada residen rehabilitasi narkoba di Instalasi NAPZA Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri atas seorang konselor sebagai informan kunci dan beberapa residen yang mengikuti program bimbingan keterampilan vokasional sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis data interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan keterampilan vokasional berlangsung melalui tiga tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan residen, pelaksanaan pelatihan keterampilan sesuai potensi dan minat, serta evaluasi perkembangan peserta. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis residen, tetapi juga mendorong tumbuhnya kedisiplinan, tanggung jawab, rasa percaya diri, kemampuan memanfaatkan waktu secara produktif, serta kesiapan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan keterampilan vokasional merupakan bagian penting dari rehabilitasi sosial yang mendukung proses pemulihan secara lebih komprehensif melalui penguatan kapasitas personal dan kesiapan kerja residen. Hasil penelitian memberikan implikasi bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di lembaga rehabilitasi dengan menempatkan pelatihan vokasional sebagai strategi yang terintegrasi dalam mendukung reintegrasi sosial dan keberlanjutan pemulihan residen.
Konseling kelompok sebagai upaya preventif dalam meningkatkan pemahaman bahaya pornografi pada remaja panti asuhan Kanaya Sabilla; Rahmad; Suhaimi; Rosmita; Nurjanis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711600

Abstract

Paparan pornografi pada remaja menjadi tantangan yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis, perilaku, dan pembentukan karakter. Remaja yang tinggal di panti asuhan memerlukan upaya preventif melalui layanan konseling kelompok untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya pornografi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan konseling kelompok dalam memberikan pemahaman tentang bahaya pornografi pada remaja di Panti Asuhan Kasih Ibu Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan terdiri atas seorang konselor dan empat remaja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok, remaja memiliki pemahaman yang terbatas mengenai bahaya pornografi dan kurang terbuka membahas isu seksualitas. Pelaksanaan konseling berlangsung melalui tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran dengan metode diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman. Konseling kelompok meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kemampuan remaja dalam mengendalikan diri dan menggunakan media digital secara lebih bijaksana. Keberhasilan layanan didukung oleh kompetensi konselor, dinamika kelompok yang kondusif, dan dukungan pihak panti, sedangkan hambatan utama meliputi rasa malu, rendahnya kepercayaan diri, dan perbedaan tingkat keterbukaan peserta. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kelompok merupakan layanan preventif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pornografi.
Efektivitas intervensi komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah Vania Sonya Fauzyyah; Azni; Miftahuddin; Rahmad; Rosmita; Nurjanis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711700

Abstract

Kecemasan masa depan merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami pasangan pada fase awal perkawinan akibat berbagai ketidakpastian yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi, keberlangsungan hubungan, serta kesiapan menjalankan peran dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest–posttest. Partisipan penelitian terdiri atas delapan individu (empat pasangan suami istri) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasangan dengan usia pernikahan 1–5 tahun dan mengalami kecenderungan kecemasan masa depan. Data dikumpulkan menggunakan skala Future Anxiety yang telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (Cronbach's Alpha = 0,906). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, Paired Sample t-test, dan analisis effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan masa depan menurun dari 108,00 pada saat pretest menjadi 42,75 pada saat posttest. Hasil Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (t(7) = 25,13, p < 0,001), dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 14,35, yang mengindikasikan pengaruh intervensi dalam kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik efektif dalam menurunkan kecemasan masa depan sekaligus membantu pasangan mengembangkan regulasi emosi, komunikasi yang lebih suportif, serta kemampuan menghadapi berbagai ketidakpastian kehidupan perkawinan secara lebih adaptif. Hasil penelitian ini memperkuat potensi komunikasi terapeutik sebagai salah satu pendekatan intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling keluarga untuk mendukung kesejahteraan psikologis pasangan pada fase awal perkawinan.