Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANANALYSIS OF THE SOCIAL AND RELIGIOUS ROLES OF TUAN KADI SHELTER FOR THE MUSLIM COMMUNITY IN PEKANBARU CITY. Afrinaldy Rustam; Ahmad Fauzi; Achmad Ghozai; Nurjanis; Nur Hilal Nazri Arif; M. Saidi Azuhar
Indonesian Journal of Social Sciences, Policy and Politics Vol. 4 No. 2 (2026): June 2026, Indonesian Journal of Social Sciences, Policy and Politics (IJSSPP)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/ijsspp.v4i2.177

Abstract

This study examines the social and religious roles of Rumah Singgah Tuan Kadi as a faith-based shelter serving the Muslim community in Pekanbaru, Riau Province. Shelter homes (rumah singgah) function as important social institutions that provide assistance for individuals facing social, economic, and spiritual challenges, particularly travelers and marginalized groups. This research employs a qualitative descriptive approach to explore how Islamic values are integrated into the shelter’s social services and religious activities. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with administrators, beneficiaries, and community members, as well as document analysis conducted from November to December 2025. Data analysis followed the interactive model of Miles and Huberman, supported by source and method triangulation to ensure validity. The findings reveal that Rumah Singgah Tuan Kadi plays a significant social role by providing temporary accommodation, distributing social aid, and facilitating educational and community-based activities. In terms of religious function, the shelter offers regular religious studies, spiritual guidance, Qur’anic education, and moral development programs, particularly for children and adolescents. The community perceives the shelter positively due to its contribution to social welfare, spiritual growth, and community cohesion. Despite limitations in facilities, human resources, and funding, Rumah Singgah Tuan Kadi remains committed to fulfilling its socio-religious mission and strengthening social solidarity in an urban Islamic context.
Makna pengalaman residen dalam bimbingan keterampilan vokasional pada rehabilitasi narkoba: sebuah studi fenomenologi Maudi Nanda Fitri; Rahmad; Suhaimi; Rosmita; Nurjanis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711500

Abstract

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menimbulkan dampak terhadap kesehatan fisik dan psikologis, tetapi juga menghambat kesiapan individu untuk kembali menjalankan fungsi sosial setelah menjalani rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pelaksanaan bimbingan keterampilan vokasional pada residen rehabilitasi narkoba di Instalasi NAPZA Rumah Sakit Jiwa Tampan Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan terdiri atas seorang konselor sebagai informan kunci dan beberapa residen yang mengikuti program bimbingan keterampilan vokasional sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis data interaktif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan keterampilan vokasional berlangsung melalui tiga tahapan utama, yaitu identifikasi kebutuhan residen, pelaksanaan pelatihan keterampilan sesuai potensi dan minat, serta evaluasi perkembangan peserta. Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan praktis residen, tetapi juga mendorong tumbuhnya kedisiplinan, tanggung jawab, rasa percaya diri, kemampuan memanfaatkan waktu secara produktif, serta kesiapan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa bimbingan keterampilan vokasional merupakan bagian penting dari rehabilitasi sosial yang mendukung proses pemulihan secara lebih komprehensif melalui penguatan kapasitas personal dan kesiapan kerja residen. Hasil penelitian memberikan implikasi bagi pengembangan layanan bimbingan dan konseling di lembaga rehabilitasi dengan menempatkan pelatihan vokasional sebagai strategi yang terintegrasi dalam mendukung reintegrasi sosial dan keberlanjutan pemulihan residen.
Konseling kelompok sebagai upaya preventif dalam meningkatkan pemahaman bahaya pornografi pada remaja panti asuhan Kanaya Sabilla; Rahmad; Suhaimi; Rosmita; Nurjanis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711600

Abstract

Paparan pornografi pada remaja menjadi tantangan yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis, perilaku, dan pembentukan karakter. Remaja yang tinggal di panti asuhan memerlukan upaya preventif melalui layanan konseling kelompok untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya pornografi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan konseling kelompok dalam memberikan pemahaman tentang bahaya pornografi pada remaja di Panti Asuhan Kasih Ibu Bangkinang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Partisipan terdiri atas seorang konselor dan empat remaja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti konseling kelompok, remaja memiliki pemahaman yang terbatas mengenai bahaya pornografi dan kurang terbuka membahas isu seksualitas. Pelaksanaan konseling berlangsung melalui tahap pembentukan, peralihan, kegiatan, dan pengakhiran dengan metode diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman. Konseling kelompok meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta kemampuan remaja dalam mengendalikan diri dan menggunakan media digital secara lebih bijaksana. Keberhasilan layanan didukung oleh kompetensi konselor, dinamika kelompok yang kondusif, dan dukungan pihak panti, sedangkan hambatan utama meliputi rasa malu, rendahnya kepercayaan diri, dan perbedaan tingkat keterbukaan peserta. Temuan ini menegaskan bahwa konseling kelompok merupakan layanan preventif yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya pornografi.
Efektivitas intervensi komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah Vania Sonya Fauzyyah; Azni; Miftahuddin; Rahmad; Rosmita; Nurjanis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711700

Abstract

Kecemasan masa depan merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami pasangan pada fase awal perkawinan akibat berbagai ketidakpastian yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi, keberlangsungan hubungan, serta kesiapan menjalankan peran dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest–posttest. Partisipan penelitian terdiri atas delapan individu (empat pasangan suami istri) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasangan dengan usia pernikahan 1–5 tahun dan mengalami kecenderungan kecemasan masa depan. Data dikumpulkan menggunakan skala Future Anxiety yang telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (Cronbach's Alpha = 0,906). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, Paired Sample t-test, dan analisis effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan masa depan menurun dari 108,00 pada saat pretest menjadi 42,75 pada saat posttest. Hasil Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (t(7) = 25,13, p < 0,001), dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 14,35, yang mengindikasikan pengaruh intervensi dalam kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik efektif dalam menurunkan kecemasan masa depan sekaligus membantu pasangan mengembangkan regulasi emosi, komunikasi yang lebih suportif, serta kemampuan menghadapi berbagai ketidakpastian kehidupan perkawinan secara lebih adaptif. Hasil penelitian ini memperkuat potensi komunikasi terapeutik sebagai salah satu pendekatan intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling keluarga untuk mendukung kesejahteraan psikologis pasangan pada fase awal perkawinan.
Pengaruh konseling individu terhadap regulasi emosi klien rehabilitasi penyalahgunaan narkoba Amelia Lestari; Listiawati Susanti; Yasril Yazid; Nurjanis; Rahmad
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711800

Abstract

Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menimbulkan ketergantungan fisik, tetapi juga berdampak terhadap terganggunya kemampuan regulasi emosi yang berperan penting dalam keberhasilan proses rehabilitasi. Konseling individu dipandang sebagai salah satu intervensi psikologis yang berpotensi membantu klien mengembangkan kemampuan mengelola emosi secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling individu terhadap regulasi emosi pada pecandu narkoba yang menjalani rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Narkoba Rumah Sarasehan Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi (β = 0,871; t = 9,375; p < 0,001). Model regresi yang dihasilkan juga signifikan (F = 87,896; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R² = 0,758), yang menunjukkan bahwa konseling individu mampu menjelaskan 75,8% variasi regulasi emosi responden. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik kualitas layanan konseling individu yang diterima klien, semakin tinggi kemampuan mereka dalam mengelola respons emosional selama menjalani rehabilitasi. Penelitian ini menegaskan bahwa konseling individu merupakan intervensi psikologis yang efektif untuk mendukung peningkatan regulasi emosi pada pecandu narkoba serta memberikan implikasi praktis bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling dalam program rehabilitasi penyalahgunaan narkoba.
Peran konseling spiritual dalam proses pemulihan pasien napza di rumah sakit jiwa Nurul Pazila; Azni; Siti Hazar Sitorus; Nurjanis; Silawati
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810712100

Abstract

Proses pemulihan pasien penyalahgunaan NAPZA tidak cukup ditangani secara medis-fisik semata, tetapi memerlukan penguatan dimensi mental dan spiritual untuk mencegah kekambuhan (relapse). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran konseling spiritual dalam membangun resiliensi dan kesadaran diri pasien, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di Instalasi Rehabilitasi NAPZA Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Provinsi Riau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan enam informan (satu konselor, satu pembimbing keagamaan/ustadz, dan empat residen: AD, NM, EK, ZP) yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik yang diverifikasi menggunakan daftar ceklis. Hasil penelitian menunjukkan enam peran konseling spiritual, yaitu pemulihan psikologis-fisik, restorasi identitas diri, penenangan kondisi psikologis, pembangunan kesadaran diri dan motivasi, penguatan resiliensi, serta pembentukan karakter dan perubahan perilaku. Faktor pendukung meliputi sinergi institusional dan sarana, kompetensi serta empati pembimbing, dan motivasi internal residen; sedangkan faktor penghambat meliputi kendala fisiologis pascaputus zat, resistensi psikologis (self-stigma), dan fluktuasi emosional. Disimpulkan bahwa konseling spiritual berperan sebagai mekanisme koping religius yang menstabilkan emosi dan memperkuat daya tahan mental residen.
Kesejahtraan Psikologi Pasca Cerai Gugat pada Janda dan Duda Nurjanis; Salina Binti Nen; Jamiah Binti Manaf; Norhayati Binti Mohd Noor
Journal of Education and Culture Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Education and Culture
Publisher : Indra institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58707/jec.v5i1.1229

Abstract

Divorce is an event that can have a significant psychological impact on individuals, especially in cases of divorce by lawsuit. Widows and widowers after a divorce by lawsuit often face various psychological challenges, such as stress, loneliness, emotional instability, and adaptation to changes in social and economic roles. This study aims to analyze the psychological well-being of widows and widowers after a divorce by lawsuit by examining aspects of emotional balance, social support, and coping strategies applied in dealing with life after divorce. The research method used is a qualitative approach with in-depth interview techniques involving several participants who have experienced divorce by lawsuit. The findings indicate that the psychological well-being of widows and widowers after a divorce by lawsuit is significantly influenced by social support, economic conditions, and adaptive mechanisms in coping with life changes. Individuals with strong social support tend to have better psychological well-being than those experiencing social isolation. Furthermore, coping strategies such as engagement in social activities, spiritual enhancement, and healthy emotional management have been proven to help improve psychological well-being. This study concludes that the psychological well-being of widows and widowers after a divorce by lawsuit can be improved through adequate social support and adaptive coping strategies. Therefore, interventions involving support from family, the community, and psychological services are necessary to help them lead a more prosperous life after divorce.