Kecemasan bertanding merupakan aspek psikologis yang dapat memengaruhi performa atlet saat menghadapi kompetisi. Pada olahraga sepak bola, kecemasan dapat muncul dalam bentuk gejala fisik, kekhawatiran terhadap hasil pertandingan, maupun gangguan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kecemasan bertanding pada atlet sepak bola Club X berdasarkan skor total serta dimensi somatic anxiety, worry, dan concentration disruption. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 126 atlet yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan Sport Anxiety Scale-2 (SAS-2) versi Indonesia yang terdiri atas 15 aitem dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,915. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58 atlet (46,0%) memiliki tingkat kecemasan bertanding rendah, 12 atlet (9,5%) sedang, dan 56 atlet (44,4%) tinggi. Pada dimensi somatic anxiety dan concentration disruption, mayoritas atlet berada pada kategori rendah, masing-masing sebesar 54,8% dan 61,9%. Sebaliknya, pada dimensi worry, sebagian besar atlet berada pada kategori tinggi (60,3%). Temuan ini menunjukkan bahwa kecemasan bertanding atlet Club X lebih didominasi oleh aspek kognitif berupa kekhawatiran terhadap performa dan hasil pertandingan dibandingkan gejala fisik maupun gangguan konsentrasi.
Copyrights © 2026