Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengatasi hambatan market entry yang dihadapi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner kreatif Bagomin DD di kawasan Gegerkalong, Bandung. Sebagai usaha rintisan, Bagomin DD menghadapi masalah rendahnya brand awareness dan ketiadaan aset digital representatif untuk memvisualisasikan keunikan produk Mini Bakso Goreng. Masalah ini diselesaikan melalui implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa paket pemasaran digital terintegrasi yaitu produksi video iklan komersial sinematik berbasis storytelling. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research selama enam bulan, melibatkan tahapan pra-produksi, produksi, pasca-produksi, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Paket teknologi visual yang diterapkan meliputi teknik macro videographyuntuk memperbesar visual detail produk dan sensory marketing (ASMR) menggunakan audio high-fidelity untuk menonjolkan kerenyahan tekstur produk secara nyata. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa video iklan komersial sinematik berdurasi tiga menit berhasil mentransfer pengalaman rasa produk secara audio-visual kepada konsumen digital. Penggabungan teknik sinematografi makro dan storytelling emosional terbukti meningkatkan perceived value produk, memperkuat identitas merek, meningkatkan keterlibatan media sosial, serta meminimalkan bias visual akibat ukuran produk yang kecil. Luaran utama kegiatan ini adalah berkas master video iklan berkualitas 4K yang telah terdaftar hak cipta sinematografi pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, artikel media massa, serta peningkatan literasi digital mitra sasaran.
Copyrights © 2026