Pendahuluan: Penyakit stroke sangat berdampak pada penurunan fungsi ekstremitas terutama kekuatan otot untuk bergerak. Peneliti melakukan pengkajian awal pada 3 pasien, setelah serangan stroke hanya berbaring, duduk, sesekali berjalan dikarenakan tidak ada yang selalu dapat membantu untuk bergerak atau berjalan dan belum ada pasien yang mencoba mirror teraphy. Tujuan penelitin ini adalah mengetahui pengaruh mirror teraphy terhadap kekuatan otot pasien post stroke di Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Januari tahun 2026. Metode: Penelitian quasi ekperimen ini dilakukan dengan one group design dengan membandingkan rata-rata skor sebelum dan sesudah dilakukan mirror teraphy. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh penderita stoke di Puskesma Bandar Agung sejumlah 21 pasien.. Analisa data dilakukan dengan uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk lalu kemudian dilakukan pengujian menggunakan uji t-dependent yang pengolahan datanya menggunakan aplikasi statistik. Hasil: Berdasarkan analisis data univariat didapatkan data bahwa terjadi peningkatan nilai mean kekuatan otot dari 2,52 menjadi 2,90. Hasil uji statistik p value = 0,008, p value < 0,05. Kesimpulan: Ada pengaruh mirror teraphy terhadap kekuatan otot pasien post stroke. Disarankan agar t mirror theraphy sebagai latihan untuk meningkatkan kekuatan otot pasien post stroke di rumah.
Copyrights © 2026