Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Effect of Ginger in Relieving Nasal Congestion in Influenza Sufferers in Negeri Agung Village, Selagai Lingga, Central Lampung in 2024 Setia Puspa Agung; Fajar Yudha; Fitri Anita
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 2 (2024): September 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i2.3600

Abstract

Influenza is an infectious disease caused by the microorganism of the influenza virus. Therefore, an easy and inexpensive measure is needed to overcome nasal congestion in influenza sufferers, namely the administration of ginger. The purpose of this study is to determine the effect of ginger in relieving nasal congestion in influenza patients in Negeri Agung Village, Selagai Lingga District, Lampung Tengah Regency in 2024. This type of research is quantitative with a two-group design research design. The total population was 177 influenza patients in Negeri Agung village in June and the sample amounted to 44 respondents. The instruments in this study are in the form of observation sheets and data analysis using an independent statistical test t-test. The results of the study obtained that the average time of nasal congestion in the group of influenza patients who were given ginger was 7.86 minutes and the group that was not given ginger was 22 minutes. There was an effect of ginger in relieving nasal congestion in influenza patients in Negeri Agung Village, Selagai Lingga, Lampung Tengah with a p-value of 0.000.
Dampak terapi modalitas senam mata & terapi kognitif tebak gambar dalam mengatasi penurunan kemampuan kognitif lansia Nova Nurwinda Sari; Annisa Agata; Hernida Warni; Fitri Anita; Miranti Dea Dora; Herlina Herlina; Eka Yuliani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.30381

Abstract

Abstrak Proses menua mengakibatkan berbagai dampak tidak hanya kemunduran secara fisik tetapi juga kemunduran sosial, spiritual serta kognitif. Terjadinya kemunduran fungsi fisik dan fungsi kognitif pada lansia juga dialami oleh sebagian besar lansia yang ada di PSLU Tresna Werdha Natar Lampung Selatan. Hal ini didukung oleh hasil wawancara terhadap petugas panti dan hasil pengkajian menggunakan Mini Mental State Exam (MMSE) diketahui bahwa 4 lansia mengalami gangguan kognitif dengan kategori Portable Gangguan Kognitif. Mayoritas lansia mengatakan sering lupa menaruh barangnya sendiri, lupa terhadap hari dan tanggal saat ini. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kognitif pada lansia serta melatih ketajaman penglihatan lansia. Kegiatan pengabdian Masyarakat diikuti oleh 35 lansia dan 7 petugas panti. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi, demonstrasi dan memberikan terapi aktivitas kelompok dengan permainan tebak gambar. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terapi modalitas senam mata dan terapi kognitif tebak gambar memberikan dampak positif dalam meningkatkan ketajaman penglihatan dan daya ingat lansia. Hasil observasi didapatkan lansia mampu menebak potongan gambar yang ditampilkan serta mampu mengingat suara yang muncul dari gambar yang dipaparkan pada saat kegiatan. Kegiatan terapi aktifitas kelompok permainan tebak gambar maupun terapi modalitas senam mata sebaiknya terus diberikan kepada lansia untuk memperlambat terjadinya demensia, meningkatkan daya ingat, meningkatkan ketajaman penglihatan serta memberikan hiburan sehingga lansia tidak merasa jenuh menjalani kehidupan sehari – hari. Kata kunci: lansia; terapi modalitas senam mata; terapi kognitif tebak gambar AbstractThe aging process causes various impacts, not only physical decline but also social, spiritual and cognitive decline. The decline in physical function and cognitive function in the elderly is also experienced by most of the elderly at PSLU Tresna Werdha Natar South Lampung. This is supported by the results of interviews with nursing home officers and the results of the assessment using the Mini Mental State Exam (MMSE) which showed that 4 elderly people experienced cognitive disorders with the category of Portable Cognitive Disorders. The majority of elderly people said they often forgot to put their own things, forgot the current day and date. The purpose of this community service activity is to improve cognitive abilities in the elderly and to train the visual acuity of the elderly. Community service activities were attended by 35 elderly people and 7 nursing home officers. The methods used were providing education, demonstrations and providing group activity therapy with a guessing game. The results of the activity showed that eye exercise modality therapy and guessing cognitive therapy had a positive impact on improving the visual acuity and memory of the elderly. The results of the observation showed that the elderly were able to guess the pieces of the picture displayed and were able to remember the sounds that appeared from the pictures displayed during the activity. Group activity therapy activities such as guessing picture games and eye exercise modality therapy should continue to be given to the elderly to slow down the occurrence of dementia, improve memory, improve visual acuity and provide entertainment so that the elderly do not feel bored in living their daily lives. Keywords : elderly; eye exercise modality therapy; guess picture cognitive therapy
Hubungan Frekuensi Hemodialisis dengan Tingkat Stres Pasien: The Relationship Between Hemodialysis Frequency and Patient Stress Levels Ezra Herdani; Nova Nurwinda Sari; Fitri Anita
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI JANUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.206

Abstract

Pendahuluan: Hemodialisis merupakan terapi pengganti ginjal yang wajib dijalani pasien Chronic Kidney Disease (CKD) stadium akhir. Terapi ini dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali per minggu dengan durasi 4–5 jam setiap sesi yang seringkali menimbulkan dampak psikologis seperti stres. Stres pada pasien CKD dapat mengurangi kualitas hidup dan meningkatkan risiko komplikasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD di Rumah Sakit Imanuel Way Halim Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian dilakukan secara kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 66 pasien dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hemodialysis Stress Scale (HSS), dan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien CKD (p-value = 0,001; p < 0,05). Kesimpulan: Semakin sering pasien menjalani hemodialisis, semakin tinggi risiko mengalami stres. Rekomendasi: Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan deteksi dini stres serta memberikan intervensi psikososial agar kualitas hidup pasien CKD dapat meningkat.
Pengaruh Kombinasi Massage Punggung Dan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Untuk Pencegahan Stroke Di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung Eva Fitriani; Fitri Anita; Tubagus Erwin
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/juvokes.v5i1.1829

Abstract

Hipertensi termasuk penyakit degeneratif dengan prevalensi yang selalu mengalami peningkatan serta adalah faktor risiko terjadinya stroke. Pengendalian tekanan darah bukan sebatas dengan terapi farmakologis saja, namun pula dapat didukung dengan terapi nonfarmakologis contohnya kombinasi massage punggung dengan relaksasi napas dalam. Tujuan penelitian ini dalam rangka melihat pengaruh kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi sebagai upaya pencegahan stroke di RSD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung. Pendekatan kuantitatif dipergunakan pada penelitian ini dengan memanfaatkan desain quasi-experimental melalui model one group pretest–posttest without control. Ada sejumlah 16 responden sebagai sampel dan dipilih melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria eksklusi maupun inklusi. Tekanan darah diukur sesudah maupun sebelum pemberian intervensi berupa kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam dengan waktu ±15 menit. Data dianalisis melalui uji statistik dalam rangka melihat adanya perbedaan pada saat sesudah serta sebelum intervensi. Hasilnya yaitu rata-rata tekanan darah sistolik sebelum intervensi sebesar 143,19 mmHg serta sesudah intervensi mengalami penurunan menjadi 135,13mmHg, sedangkan sesudah intervensi didapatkan rata-rata tekanan darah diastolik sebesar 78,5 mmHg. Hasil uji statistik menunjukkan nilai sig. dari tekanan darah sistolik yaitu sejumlah 0,018 serta untuk diastolik yaitu sejumlah 0,035 (p < 0,05), sehingga bisa didapatkan kesimpulan kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam berpengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini memiliki kesimpulan yaitu kombinasi massage punggung dan relaksasi napas dalam efektif sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu menekan tekanan darah serta berpotensi menjadi intervensi keperawatan mandiri dalam pencegahan komplikasi seperti stroke.
Pengaruh Penerapan Mirror Teraphy terhadap Kekuatan Otot Pasien Post Stroke di Puskesmas Bandar Agung kabupaten Lampung Tengah: The Effect of Mirror Therapy on Muscle Strength in Post-Stroke Patients at the Bandar Agung Community Health Center in Central Lampung Regency Saskia Nabila Putri1; Fitri Anita; Tubagus Erwin Nurdiansyah
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 5 (2026): EDISI MEI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i5.399

Abstract

Pendahuluan: Penyakit stroke sangat berdampak pada penurunan fungsi ekstremitas terutama kekuatan otot untuk bergerak. Peneliti melakukan pengkajian awal pada 3 pasien, setelah serangan stroke hanya berbaring, duduk, sesekali berjalan dikarenakan tidak ada yang selalu dapat membantu untuk bergerak atau berjalan dan belum ada pasien yang mencoba mirror teraphy. Tujuan penelitin ini adalah mengetahui pengaruh mirror teraphy terhadap kekuatan otot pasien post stroke di Puskesmas Bandar Agung Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah pada bulan Januari tahun 2026.  Metode: Penelitian quasi ekperimen ini dilakukan dengan one group design dengan membandingkan rata-rata skor sebelum dan sesudah dilakukan mirror teraphy. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh penderita stoke di Puskesma Bandar Agung sejumlah 21 pasien.. Analisa data dilakukan dengan uji normalitas data menggunakan Shapiro Wilk lalu kemudian dilakukan pengujian menggunakan uji t-dependent yang pengolahan datanya menggunakan aplikasi statistik.                    Hasil: Berdasarkan analisis data univariat didapatkan data bahwa terjadi peningkatan nilai mean kekuatan otot dari 2,52 menjadi 2,90. Hasil uji statistik p value = 0,008, p value < 0,05. Kesimpulan:  Ada pengaruh mirror teraphy terhadap kekuatan otot pasien post stroke. Disarankan agar t mirror theraphy sebagai latihan untuk meningkatkan kekuatan otot pasien post stroke di rumah.
Pengaruh Video Edukasi Range of Motion terhadap Pengetahuan dan Kemampuan Keluarga Merawat Pasien Stroke Putri Zafira; Fitri Anita; Resa Livia Nica
TRILOGI: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/trilogi.v7i1.14775

Abstract

Stroke is one of the leading causes of disability and mortality worldwide. In Indonesia, stroke contributes to 11.2% of disability cases and 18.5% of national mortality, with a prevalence of 8.3 per 1,000 population. This condition requires continuous care, including the role of family members in performing Range Of Motion (ROM) exercises. Educational videos as audiovisual media are considered effective in improving family understanding and skills. This study aimed to determine the effect of ROM educational videos on improving the knowledge and abilities of families in caring for stroke patients at Advent Hospital, Bandar Lampung City, in 2026. This quantitative study used a One Group Pretest–Posttest design using purposive sampling with a sample of 29 families of stroke patients. Data were collected using a knowledge questionnaire and an ability observation checklist before and after the educational video intervention, and were analyzed using univariate and bivariate analysis. The results showed an improvement in family knowledge and abilities after the intervention, with a p-value of 0.000 < 0.05, indicating a significant effect. It was concluded that ROM educational videos are effective in improving family knowledge and abilities and can be used as a practical and easily understood health education medium. Practically, video-based education can be integrated into hospital discharge education programs to support families in continuing stroke patient care at home.