Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan bahasa Arab sebagai instrumen diplomasi filantropi hijau dalam membangun komunikasi antara masyarakat Madura dan donatur Timur Tengah serta kontribusinya terhadap penguatan ketahanan ekologis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada 12 lokasi pembangunan sumur bor di Kabupaten Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Arab berperan sebagai jembatan komunikasi strategis yang memungkinkan interaksi langsung, transparan, dan berbasis kepercayaan dengan donatur internasional. Komunikasi yang awalnya bersifat informal berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan yang menghasilkan pembangunan 12 sumur bor sebagai solusi atas krisis air bersih. Program ini memberikan dampak signifikan, tidak hanya dalam peningkatan akses air, tetapi juga penurunan beban ekonomi masyarakat hingga Rp200.000–Rp250.000 per keluarga. Selain itu, keterlibatan mahasiswa menunjukkan adanya integrasi pembelajaran bahasa dengan implementasi Education for Sustainable Development (ESD) melalui pengalaman kontekstual di lapangan. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi sosial yang mampu menghubungkan filantropi global dengan kebutuhan lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026