Background: Chronic kidney disease and urinary tract disorders are prevalent health issues among the elderly. Limited public awareness regarding risk factors and the importance of early detection often results in new cases being identified only at advanced stages. Therefore, promotive and preventive efforts through health education and community-based screening are essential. Purpose: To increase public knowledge regarding the prevention of kidney and urinary tract disorders through early detection via urinalysis. Method: This community service activity was conducted in November 2025 with the Al Mahbub Study Group (Pandugo) in Penjaringan Sari Village, Rungkut District, Surabaya, involving 29 local residents as respondents. The activity comprised urinalysis testing, health education, and interactive discussions with a Clinical Pathology specialist. Urinalysis was performed using 10-parameter test strips covering pH, specific gravity, erythrocytes, leukocytes, bilirubin, urobilinogen, glucose, protein, nitrite, and ketones. Results: All 29 respondents, aged 37–74 years, completed the activity. Urinalysis screening data showed that the majority of respondents (55.2%) had a urine pH of 6. Most respondents tested negative for leukocytes (65.5%), erythrocytes (89.7%), protein (93.1%), glucose (96.6%), and urobilinogen (96.6%), while all respondents fell within the normal range for urine specific gravity. Additionally, all respondents tested negative for bilirubin, nitrite, and ketones. Conclusion: A simple urinalysis screening activity combined with health education can identify community members requiring further examination while raising awareness about the importance of early detection of kidney and urinary tract disorders. Urinalysis serves as an effective early detection tool for identifying at-risk individuals, providing comprehensive health insights to prevent comorbidities and facilitating referrals for further medical evaluation. Suggestion: Periodic screening and health support are needed for community members who show abnormal urinalysis results. Collaboration among educational institutions, healthcare professionals, and the community must be strengthened to support efforts in preventing kidney and urinary tract diseases within the community. Keywords: Early detection; Elderly; Health education; Health screening; Kidney disorders; Urinalysis Pendahuluan: Penyakit ginjal kronik dan gangguan saluran kemih merupakan masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada kelompok usia lanjut. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko dan pentingnya deteksi dini menyebabkan banyak kasus baru teridentifikasi pada stadium lanjut. Oleh karena itu diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan serta skrining sederhana di masyarakat. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan gangguan ginjal dan saluran kemih dengan deteksi dini melalui pemeriksaan urinalisis. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada November 2025 di Kelompok Pengajian Al Mahbub (Pandugo), Kelurahan Penjaringan Sari, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Melibatkan 29 warga masyarakat untuk menjadi responden. Kegiatan dilakukan dengan pemeriksaan urinalisis, penyuluhan kesehatan dan diskusi interaktif dengan dokter spesialis Patologi Klinik. Pemeriksaan urinalisis menggunakan strip tes 10 parameter yang mencakup pH, berat jenis, eritrosit, leukosit, bilirubin, urobilinogen, glukosa, protein, nitrit, dan keton. Hasil: Seluruh responden mengikuti kegiatan hingga selesai. Kegiatan diikuti oleh sebanyak 29 responden dengan rentang usia 37-74 tahun. Sedangkan untuk data skrining urinalisis menunjukkan bahwa mayoritas nilai pH responden adalah 6 yaitu sebesar 55.2%, sebagian besar kandungan leukosit responden adalah negatif yaitu sebesar 65.5%, mayoritas kandungan eritrosit responden adalah negatif yaitu sebesar 89.7%, sebagian besar kandungan protein responden adalah negatif yaitu sebesar 93.1%, mayoritas kandungan glukosa responden adalah negatif yaitu sebesar 96.6%, sebagian besar kandungan urobilinogen adalah negatif yaitu sebesar 96.6%, dan untuk berat jenis urine responden seluruhnya dalam kategori normal. Sedangkan untuk kandungan bilirubin, kandungan nitrit dan kandungan keton pada urine responden, seluruhnya dalam kategori negatif. Simpulan: Kegiatan skrining urinalisis sederhana yang dipadukan dengan edukasi kesehatan mampu mengidentifikasi kelompok masyarakat yang memerlukan pemeriksaan lanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini gangguan ginjal dan saluran kemih. Pemeriksaan urinalisis dapat menjadi alat deteksi awal yang efektif untuk mengidentifikasi individu berisiko sehingga dapat memberikan gambaran dan informasi tentang kesehatan yang komprehensif guna mencegah munculnya penyakit penyerta serta menjadi rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saran: Perlu dilakukan kegiatan skrining secara berkala serta pendampingan kesehatan bagi masyarakat yang menunjukkan hasil urinalisis abnormal. Kolaborasi antara institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu terus ditingkatkan untuk mendukung upaya pencegahan penyakit ginjal dan saluran kemih di komunitas.
Copyrights © 2026