Pengambilan keputusan karier merupakan salah satu tugas perkembangan pada masa dewasa awal yang sering diwarnai ketidakpastian ketika individu mengalami quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dewasa awal dalam memaknai kebingungan arah karier selama mengalami quarter life crisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi deskriptif untuk memahami pengalaman subjektif partisipan sebagaimana dimaknai dalam kehidupan mereka. Partisipan dipilih melalui purposive sampling dan melibatkan dua partisipan utama serta dua informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis fenomenologis tematik dengan kredibilitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebingungan arah karier terbentuk melalui interaksi berbagai faktor psikologis dan sosial, meliputi perbandingan sosial, keraguan terhadap kompetensi diri, pengalaman kegagalan dalam transisi menuju dunia kerja, kecemasan finansial, serta ketidakpastian masa depan. Selain itu, quarter life crisis dimaknai sebagai proses refleksi diri yang mendorong individu mengenali potensi, mengevaluasi nilai personal, dan membangun arah karier yang lebih bermakna. Temuan ini memperkaya kajian quarter life crisis dalam konteks dewasa awal di Indonesia dengan menunjukkan bahwa kebingungan arah karier merupakan pengalaman multidimensional yang dipengaruhi dinamika psikologis dan sosial, sehingga diperlukan dukungan psikologis serta bimbingan karier untuk membantu individu menghadapi transisi menuju dunia kerja secara lebih adaptif.
Copyrights © 2026