Penelitian ini bertujuan menyintesis literatur tentang retorika lokal Makassar sebagai praktik etnopedagogis dalam komunikasi kelas. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan penelitian pendidikan berbasis budaya yang lebih sering menempatkan kearifan lokal sebagai materi ajar, sementara praktik tutur guru-siswa sebagai ruang pewarisan nilai belum banyak dipetakan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review berbasis PRISMA 2020 dengan menelaah artikel tentang etnopedagogi, komunikasi kelas, budaya Makassar, sirik na pacce, tindak tutur, kesantunan, dan pedagogi responsif budaya. Data dianalisis menggunakan thematic synthesis. Hasil sintesis menunjukkan empat tema utama: retorika lokal sebagai pewarisan nilai budaya, komunikasi kelas sebagai ruang identitas, etnopedagogi sebagai pembelajaran kontekstual, serta kesantunan dan tindak tutur sebagai etika pedagogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya lokal tidak hanya diajarkan melalui materi, tetapi juga dihidupkan melalui bahasa, relasi, dan praktik komunikasi kelas.
Copyrights © 2026