Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Penggunaan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) pada Siswa SLB Hajrah; Abdul Azis; Ilma Rahim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2717

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bertujuan mendeskripsikan penguasaan BISINDO kosakata istilah kekerabatan pada siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros. Populasi penelitian ini adalah siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros yang berjumlah 88 siswa. Adapun sampel yang ditetapkan sebanyak 30 siswa ABK tuna wicara SLB Kabupaten Maros. Penarikan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh dengan pertimbangan subjek yang diteliti mempunyai sifat dan kemampuan yang homogen. Teknik dalam mengumpulkan data adalah teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan BISINDO kosakata istilah kekerabatan pada siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros dikategorikan cukup. Hal ini disebabkan oleh hasil perolehan persentase yang memperoleh nilai 75 ke atas sebanyak 9 siswa (30%) dan yang memperoleh nilai 75 ke bawah sebanyak 21 siswa (70%). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan BISINDO siswa SLB Minasa Baji Kabupaten Maros tersebut belum mencapai kriteria yaitu 75%.
Implementation of Think Pair and Share (TPS) Technique in Listening to Short Story Texts Learning Ilma Rahim; Abdul Azis; Ita Rosvita; Sri Asrawati Paramita
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4323

Abstract

This research aims to determine whether there are differences in students' abilities in listening to short story texts using the Think-Pair-Share (TTPS) cooperative learning method. Conducted as a quasi-experimental study, the sample comprised 11th-grade students from SMA DDI Maros. Data collection involved text analysis techniques, and the obtained data were analyzed through stages including the creation of raw score lists, frequency distributions, descriptive statistical analysis, and inferential statistical analysis. The results indicate significant differences in learning outcomes between students using the TTPS method and those not using it. The use of TTPS improved students' listening comprehension of short story texts, as evidenced by the mean score of 74.36 (high category) in the experimental class compared to 58.46 (low category) in the control class. This demonstrates that the TTPS method effectively enhances students' listening skills.
Transformasi Nilai Karakter dalam Sastra Lisan Bugis Nénék Pakandé sebagai Media Pendidikan Intergenerasional Bungatang Bungatang; Ita Rosvita; Ilma Rahim
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2099

Abstract

Penelitian ini mengkaji sastra lisan Nénék Pakandé sebagai warisan budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan potensi sebagai media pendidikan intergenerasional. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menelaah struktur naratif dan konteks historis cerita, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya, serta mengeksplorasi relevansi dan kontribusinya terhadap pembentukan karakter dalam konteks masyarakat modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita Nénék Pakandé tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan tradisional, tetapi juga mengandung pesan moral mendalam yang mencerminkan nilai-nilai seperti keberanian, kewaspadaan, rasa hormat, dan solidaritas sosial. Aspek-aspek kearifan lokal seperti aspek pendidikan, aspek sosial budaya, dan aspek kultural mampu menjembatani pembelajaran lintas generasi dan tetap relevan digunakan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pendidikan karakter pada era modern.
Evaluasi Penerapan HOTS dalam Buku Teks Bahasa Indonesia SMA: Analisis Kurikulum 2013 Abdul Azis; Ilma Rahim; Rizki Herdiani; Sisilya Saman Madeten
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.7335

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of Higher Order Thinking Skills (HOTS) in Indonesian language textbooks for high school students, based on the 2013 Curriculum. The importance of developing higher-order thinking skills to face the challenges of 21st-century education, which emphasizes students' abilities in analysis, evaluation, and creation. A descriptive qualitative method was used to analyze the content of two Indonesian language textbooks from the 2014 revised edition. The results of this study show that most questions in the textbooks require students to think at the analysis level (C4), with 50% of the total 78 HOTS questions, or 39 questions, testing students' analytical skills. Evaluation-level questions (C5) account for 41.03% or 32 questions, while creation-level questions (C6) only reach 8.97% or 7 questions from the total. Although the textbooks have integrated HOTS elements, the distribution of questions is still unbalanced, thus revisions are needed in question design to better foster students' skills.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berbasis Kurikulum 2013. Pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 yang menekankan pada kemampuan analisis, evaluasi, dan kreasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis isi dari dua buku teks Bahasa Indonesia edisi revisi 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar soal dalam buku teks menuntut siswa untuk berpikir pada buku teks bahasa Indonesia Kurikulum 2013 lebih menekankan aspek analisis (C4) dengan persentase 50% dari total 78 soal HOTS, dengan 39 soal yang menguji kemampuan analisis siswa. Soal evaluasi (C5) terdapat 41,03% atau sebanyak 32 soal, sementara soal pada level kreasi (C6) hanya mencapai 8,97% atau 7 soal dari keseluruhan soal yang ada. Meskipun buku teks telah mengintegrasikan elemen HOTS, distribusi soal masih belum seimbang, sehingga diperlukan perbaikan dalam penyusunan soal agar mendorong keterampilan siswa.
The Role of Indonesian Language in English Language Learning: A Study of Pre-Service English Teachers: Penelitian Ita Rosvita; Muhammad Ilham; Bungatang Bungatang; Ilma Rahim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Bahasa Indonesia dalam pembelajaran Bahasa Inggris dan menguji relevansinya bagi calon guru Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif yang melibatkan mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang terdaftar dalam mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Negeri Makassar. Partisipan dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan observasi kelas, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat bantu yang memfasilitasi pemahaman siswa tentang konsep tata bahasa, kosakata, dan konten pembelajaran, sekaligus mengurangi kecemasan yang terkait dengan penggunaan Bahasa Inggris. Lebih lanjut, penggunaan strategis Bahasa Indonesia mendukung manajemen kelas dan meningkatkan interaksi pembelajaran. Namun, ketergantungan yang berlebihan pada Bahasa Indonesia dapat membatasi paparan terhadap bahasa sasaran dan mendorong ketergantungan pada terjemahan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguasaan Bahasa Indonesia yang kuat merupakan kompetensi pendukung penting bagi calon guru Bahasa Inggris, yang memungkinkan mereka untuk merancang praktik pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai konteks.