Guru Sekolah Dasar sebagai garda terdepan dalam pengawasan anak di lingkungan sekolah, belum selalu diimbangi dengan kapasitas literasi child grooming digital yang memadai. Berbagai studi menunjukkan bahwa penguatan literasi mengenai modus operandi manipulasi siber dapat mencegah risiko kekerasan seksual anak serta memperkuat kemampuan guru dalam membangun sistem deteksi dini di ruang sekolah secara aman dan etis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi child grooming digital di Sekolah Dasar SD Al-Aitaam melalui program edukasi dan penyusunan panduan protektif yang komprehensif bagi guru. Metode yang digunakan meliputi pemaparan materi psikoedukasi, bedah kasus taktik manipulasi (red flags), simulasi peran (role-play) respons krisis, dan penyusunan "Panduan Kode Etik Tanggap Grooming Digital" sebagai SOP internal sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kognitif dan keterampilan praktis guru terkait identifikasi dini, mitigasi, dan alur pelaporan penanganan kasus; guru yang semula memaknai ancaman digital sekadar sebagai "kecanduan gawai atau konflik siber biasa" menjadi mampu mengidentifikasi variasi taktik grooming.
Copyrights © 2026