Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi pembelajaran seni berbasis intra–ekstrakurikuler dalam mengembangkan kreativitas, keterampilan motorik, dan kepercayaan diri anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus multisitus pada TK Kanisius Demangan Baru dan TK Indriyasana Baciro. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru kelas, dan guru seni, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran seni. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua TK mengintegrasikan seni dalam kegiatan kelas dan ekstrakurikuler melalui seni rupa, tari, angklung, drumband, modern dance, vokal, robotik, menggambar, mewarnai, melipat, dan kegiatan performatif. Strategi pembelajaran meliputi bermain sambil belajar, praktik langsung, pemberian contoh, pembiasaan, interaksi dua arah, dan pendampingan bertahap. Pembelajaran seni mendukung kreativitas, motorik, dan kepercayaan diri anak. Penelitian ini menawarkan gagasan model pembelajaran seni PAUD yang integratif, kontekstual, inklusif, dan berorientasi pada perkembangan holistik anak.
Copyrights © 2026