Boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Meskipun demikian, penyalahgunaan boraks masih ditemukan pada berbagai produk pangan, termasuk bakso bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks pada bakso bakar yang dijual di area Bundaran Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pemeriksaan laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 18 sampel bakso bakar yang diperoleh menggunakan teknik total sampling dari seluruh pedagang di lokasi penelitian. Identifikasi kandungan boraks dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 sampel yang diperiksa, sebanyak 12 sampel (66,7%) positif mengandung boraks, sedangkan 6 sampel (33,3%) tidak mengandung boraks. Temuan ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan boraks pada bakso bakar masih tergolong tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan oleh instansi terkait, pemeriksaan laboratorium secara berkala, serta edukasi kepada produsen, pedagang, dan masyarakat mengenai bahaya penggunaan boraks pada pangan agar keamanan pangan dapat lebih terjamin.
Copyrights © 2026