Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

EDUKASI GIZI MELALUI PEMANFAATAN KELOR (MORINGA OLIEFERA LAM) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Harleli, Harleli; Suhadi, Suhadi; Wa Ode Salma; Nurnashriana Jufri; Syefira Salsabila; Lade Albar Kalza; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i5.1400

Abstract

Remaja putri rentan mengalami anemia karena menstruasi yang menyebabkan kehilangan zat besi dua kali lipat dibandingkan remaja putra, sehingga sering berakibat pada rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Kondisi ini dapat memicu kesulitan belajar, mudah lelah, mengantuk, pusing, dan menurunnya daya konsentrasi, yang pada akhirnya menghambat proses belajar dan prestasi mereka. Tujuan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang pemanfaatan daun kelor sebagai upaya pencegahan anemia. Metode yang digunakan adalah ceramah dan edukasi gizi yang difokuskan pada remaja putri di Desa Mekar, Kelurahan Soropia, Kabupaten Konawe. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbedaan signifikan pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi, dengan nilai p-value = 0,000 < α = 0,05, yang mengindikasikan bahwa edukasi gizi berperan positif dalam meningkatkan pemahaman remaja putri tentang manfaat daun kelor sebagai pencegah anemia. Kesimpulannya, edukasi gizi efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja putri mengenai pentingnya daun kelor dalam mencegah anemia. Kata Kunci: Edukasi Gizi, Pemanfaatan Kelor, Anemia, Remaja Putri  
GAMBARAN PERSONAL HIGIENE PENJAMAH MAKANAN DAN SANITASI TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN PADA RUMAH MAKAN DI KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI TAHUN 2024 Harifu, Nikmat Awaliyah; Yasnani; Lade Albar Kalza
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 01 (2025): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i01.276

Abstract

ABSTRAK Rumah makan merupakan tempat usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum di tempat usahanya. Kurangnya praktik sanitasi dan higiene makanan yang tepat dapat meningkatkan risiko keracunan makanan dan penyakit infeksi saluran pencernaan seperti diare, keracunan makanan, dan penyakit menular lainnya.Namun seperti yang kita lihat sekarang masih banyak rumah makan yang belum memenuhi standar operasional, akan tetapi masih beroperasi dan masih melayani konsumennya. Tahun 2023 kasus diare yang dilayani di sarana kesehatan sebanyak 25,2% kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Personal Higiene Penjamah Makanan dan Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan Pada Rumah Makan Di Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2024. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan Personal Higiene yang memenuhi syarat sebanyak 26 (40,0%), sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 39 (60,0%). Sanitasi rumah makan yang memenuhi syarat sebanyak 19 (29,2%), sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 46 (70,8%). Secara keseluruhan rumah makan yang memenuhi syarat sebanyak 24 (36,9%) sedangkan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 41 (63,1%). Kesimpulan penelitian ini adalah rumah makan yang ada di Kecamatan Poasia Kota Kendari yang memenuhi syarat tidak mencapai 100% baik itu dari personal higiene ataupun sanitasi rumah makan berdasarkan Kepmenkes RI No 1098/MENKES/SK/VII/2003 tentang Persyaratan Sanitasi Rumah Makan dan Restoran. ABSTRACT A restaurant is a commercial business place whose scope of activity is providing food and drinks to the public at its place of business. Low implementation of personal hygiene and environmental sanitation will result in various health problems, for example diarrhea, food poisoning and other infectious diseases. As we can see now, there are still many restaurants that do not meet operational standards, but are still operating and still serving their customers. In 2023, diarrhea cases served in health facilities will be 25.2%. This research aims to determine the personal description of food handlers' hygiene and sanitation of food management places in restaurants in Poasia District, Kendari City in 2024. The research method used is a quantitative descriptive approach. The results of this study showed that 26 (40.0%) Personal Hygiene qualifiers, while 39 (60.0%) did not meet the requirements. There were 19 (29.2%) restaurant sanitation facilities that met the requirements, while 46 (70.8%) did not meet the requirements. Overall, there were 24 (36.9%) restaurants that met the requirements, while 41 (63.1%) did not meet the requirements. The conclusion of this research is that restaurants in Poasia District, Kendari City, which meet the requirements do not reach 100% in terms of personal hygiene or restaurant sanitation based on the Republic of Indonesia Minister of Health Decree No. 1098/MENKES/SK/VII/2003 concerning Sanitation Requirements for Restaurants and Restaurants.
Hubungan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Dengan Kadar Hemoglobin Pada Pekerja Wanita Yang Terpapar Bahan Bakar Di SPBU Kota Kendari Lade Albar Kalza
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i1.662

Abstract

Occupational health is an important aspect in maintaining worker productivity and safety, particularly in sectors with a high risk of chemical exposure such as gas stations (SPBU). Gas station workers are potentially exposed to hazardous chemical compounds such as benzene, toluene, and xylene which may affect the hematopoietic system and lead to decreased hemoglobin (Hb) levels. The use of Personal Protective Equipment (PPE) is one of the preventive measures to minimize exposure to these hazardous substances. This study aimed to determine the relationship between the use of Personal Protective Equipment (PPE) and hemoglobin levels among female workers exposed to fuel at gas stations in Kendari City. This study employed a quantitative research design with a descriptive analytic approach using a cross-sectional method. The population in this study consisted of all female fuel filling operators working at gas stations in Kendari City, totaling 30 workers, who were all included as research samples. Data on PPE usage were obtained through observation and questionnaires, while hemoglobin levels were measured using a Hematology Analyzer with venous blood samples collected in EDTA tubes. Data analysis was conducted using univariate and bivariate statistical tests to determine the relationship between PPE usage and hemoglobin levels. The results showed that out of 30 respondents, 21 (70%) had normal hemoglobin levels and 9 (30%) had abnormal hemoglobin levels. A total of 20 respondents (66.7%) used PPE according to the required standards, while 10 respondents (33.3%) did not meet the PPE requirements. Statistical analysis showed a p-value of 0.104 (p > 0.05), indicating that there was no significant relationship between PPE usage and hemoglobin levels among female gas station workers in Kendari City. The study concludes that the use of PPE does not have a significant relationship with hemoglobin levels among female gas station workers in Kendari City. However, the consistent use of PPE is still recommended as a preventive measure to protect workers from exposure to hazardous chemicals in the workplace.
The Influence Of Students' Knowledge And Attitudes As Indicators Of Readiness To Support The Free Nutritious Meal (MBG) Program At Sd Negeri 6 Sawa, North Konawe Regency Lade Albar Kalza; Ashaeryanto; La Ode Liaumin Azim
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): April : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v4i2.713

Abstract

The Free Nutritious Meal (MBG) program is one of the Indonesian government’s strategic initiatives aimed at improving the nutritional status of school-aged children. The success of this program is influenced not only by food availability but also by students' knowledge and attitudes toward nutrition. This study aims to analyze the influence of students’ nutritional knowledge and attitudes on their readiness to support the MBG program. This research employed a quantitative approach with an explanatory design. Data were collected using questionnaires distributed to students at SD Negeri 6 Sawa, North Konawe Regency. The analysis was conducted using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). The results show that nutritional knowledge has a significant effect on students’ attitudes. Furthermore, students’ attitudes significantly influence readiness to support the MBG program. However, the direct effect of nutritional knowledge on readiness was not statistically significant. These findings indicate that attitude plays an important role in mediating the relationship between knowledge and readiness to support the MBG program. Therefore, nutrition education is essential to strengthen students’ attitudes and support the successful implementation of the MBG program.
Identifikasi Kandungan Boraks pada Bakso Bakar yang Dijual di Area Bundaran Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Fitri; Yasnani; Lade Albar Kalza
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Boraks merupakan bahan kimia yang dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Meskipun demikian, penyalahgunaan boraks masih ditemukan pada berbagai produk pangan, termasuk bakso bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan boraks pada bakso bakar yang dijual di area Bundaran Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pemeriksaan laboratorium. Sampel penelitian berjumlah 18 sampel bakso bakar yang diperoleh menggunakan teknik total sampling dari seluruh pedagang di lokasi penelitian. Identifikasi kandungan boraks dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 18 sampel yang diperiksa, sebanyak 12 sampel (66,7%) positif mengandung boraks, sedangkan 6 sampel (33,3%) tidak mengandung boraks. Temuan ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan boraks pada bakso bakar masih tergolong tinggi dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat apabila dikonsumsi secara terus-menerus. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan oleh instansi terkait, pemeriksaan laboratorium secara berkala, serta edukasi kepada produsen, pedagang, dan masyarakat mengenai bahaya penggunaan boraks pada pangan agar keamanan pangan dapat lebih terjamin.