Pendidikan anak usia dini sering kali terjebak dalam orientasi materialistis yang mengabaikan dimensi spiritual, sehingga berisiko melahirkan krisis moral. Penelitian ini bertujuan membedah mekanisme operasional pendidikan ruhiologi dalam mengaktualisasikan fitrah sebagai cetak biru (blueprint) potensi dasar anak. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kecerdasan ruhiologi (RQ) dengan aspek intelektual, emosional, dan spiritual sangat krusial bagi pembentukan karakter anak. Pembahasan menegaskan pentingnya sinergi antara pola asuh orang tua dan kurikulum berbasis "Trilogi Ihsan" untuk menjaga kemurnian fitrah anak. Disimpulkan bahwa pendidikan berbasis ruhiologi merupakan solusi aplikatif untuk mengatasi krisis eksistensial, dengan menempatkan kesadaran ruh sebagai poros utama pembelajaran. Pendekatan ini efektif membentuk manusia seutuhnya (insan kamil) yang memiliki keseimbangan ruhani, melampaui sekadar capaian kognitif, serta selaras dengan tujuan pendidikan Islam.
Copyrights © 2026