Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran terbuka, yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan dalam personal branding, etika profesional, serta komunikasi efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK 10 Surabaya tentang personal branding sebagai magnet peluang, etika fisik (cara duduk, berdiri, berpakaian, berjalan, dan makan), serta komunikasi efektif melalui pendampingan terpadu. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2026 di Aula SMKN 10 Surabaya ini melibatkan 100 siswa kelas XII dan menerapkan pendekatan kombinasi antara ceramah interaktif oleh Dr. Hj. Endri Haryati, S.E., M.M., MBA, praktik langsung dengan sistem rotasi stasiun dan pendampingan fasilitator, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan dari rata-rata 42 persen pada pre-test menjadi 86 persen pada post-test, disertai dengan terbentuknya niat dan komitmen peserta untuk mengubah kebiasaan sehari-hari. Berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan awal peserta, dan keterbatasan alat peraga berhasil diatasi melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi serta inovasi iptek sederhana berupa pemanfaatan kamera ponsel dan proyektor untuk demonstrasi langsung serta pembuatan video mikro pembelajaran. Kegiatan ini berhasil menjawab akar masalah rendahnya personal branding, lemahnya etika fisik, belum efektifnya komunikasi, dan tidak adanya kontrol citra diri pada siswa, sekaligus meletakkan fondasi keberlanjutan melalui rencana pembentukan Klub Personal Branding dan penyediaan akses video pembelajaran. Dengan demikian, pendampingan etika dan komunikasi efektif berbasis personal branding terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa SMK menghadapi dunia kerja.
Copyrights © 2026