Endri Haryati
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Surabaya (STIESIA)

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menjadi “Magnet Peluang” Melalui Personal Branding: Pendampingan Etika dan Komunikasi Efektif di SMK 10 Surabaya Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3760

Abstract

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran terbuka, yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan dalam personal branding, etika profesional, serta komunikasi efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK 10 Surabaya tentang personal branding sebagai magnet peluang, etika fisik (cara duduk, berdiri, berpakaian, berjalan, dan makan), serta komunikasi efektif melalui pendampingan terpadu. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2026 di Aula SMKN 10 Surabaya ini melibatkan 100 siswa kelas XII dan menerapkan pendekatan kombinasi antara ceramah interaktif oleh Dr. Hj. Endri Haryati, S.E., M.M., MBA, praktik langsung dengan sistem rotasi stasiun dan pendampingan fasilitator, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan dari rata-rata 42 persen pada pre-test menjadi 86 persen pada post-test, disertai dengan terbentuknya niat dan komitmen peserta untuk mengubah kebiasaan sehari-hari. Berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan awal peserta, dan keterbatasan alat peraga berhasil diatasi melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi serta inovasi iptek sederhana berupa pemanfaatan kamera ponsel dan proyektor untuk demonstrasi langsung serta pembuatan video mikro pembelajaran. Kegiatan ini berhasil menjawab akar masalah rendahnya personal branding, lemahnya etika fisik, belum efektifnya komunikasi, dan tidak adanya kontrol citra diri pada siswa, sekaligus meletakkan fondasi keberlanjutan melalui rencana pembentukan Klub Personal Branding dan penyediaan akses video pembelajaran. Dengan demikian, pendampingan etika dan komunikasi efektif berbasis personal branding terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa SMK menghadapi dunia kerja.
Extra Role Behavior: Strategi Penguatan Peran Guru BK dalam Menyiapkan Masa Depan Siswa SMK se-Sumenep Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3761

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi Guru Bimbingan dan Konseling SMK di Kabupaten Sumenep tentang konsep extra role behavior serta membangun komitmen implementasinya dalam layanan bimbingan dan konseling. Latar belakang kegiatan didasarkan pada masih terbatasnya pemahaman dan penerapan perilaku sukarela di luar tugas formal di kalangan Guru BK, padahal perilaku tersebut sangat penting untuk membantu siswa mengenali potensi diri, mencegah masalah yang lebih besar, meningkatkan kepercayaan siswa, membentuk karakter, serta merencanakan masa depan akademik dan karier. Workshop dilaksanakan pada tanggal 29 April 2026 di SMKN 1 Kalianget Sumenep, diikuti oleh 57 Guru BK dari 28 SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Sumenep. Narasumber kegiatan adalah Dr. Hj. Endri Haryati, M.M., M.B.A. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap yaitu persiapan melalui identifikasi kebutuhan dan koordinasi dengan narasumber, pelaksanaan melalui pemaparan materi interaktif dan diskusi kelompok, serta evaluasi melalui observasi partisipasi dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran 95 persen dengan partisipasi aktif tercermin dari 27 pertanyaan yang diajukan peserta serta seluruh kelompok berhasil mempresentasikan hasil diskusi. Evaluasi kuesioner menggunakan skala Likert 1 hingga 4 menghasilkan skor rata-rata relevansi materi 3,8, kualitas penyampaian narasumber 3,9, manfaat kegiatan 3,7, dan kemungkinan implementasi 3,6. Lima tantangan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan waktu, belum adanya sistem penghargaan, kurangnya dukungan kepala sekolah, keterbatasan sarana prasarana, serta rendahnya pemahaman siswa tentang peran Guru BK. Simpulan kegiatan ini adalah bahwa workshop efektif meningkatkan pemahaman Guru BK tentang extra role behavior, namun diperlukan tindak lanjut sistemik berupa dukungan kebijakan dari kepala sekolah dan pemangku kepentingan untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan dan implementasi di lapangan. Kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian kontekstual serta dilanjutkan dengan program pendampingan berkelanjutan.
Personal Grooming and Public Speaking Untuk Excellent Service to Impression Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3200

Abstract

Kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja tidak hanya bergantung pada penguasaan kompetensi teknis (hard skills), tetapi juga pada keterampilan non-teknis (soft skills) yang mendukung citra profesional dan kualitas pelayanan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses, hasil, dan dampak dari kegiatan pengabdian masyarakat berbentuk seminar dan workshop bertema “Personal Grooming dan Public Speaking untuk Excellent Service to Impression”. Kegiatan dilaksanakan di Institut Kesehatan dan Bisnis Surabaya (IKBIS) dengan melibatkan 68 mahasiswa lintas disiplin dari lima program studi: Manajemen, Akuntansi, Kebidanan, Gizi, dan Keperawatan. Metode pelaksanaan mengintegrasikan tiga tahap utama: (1) seminar konseptual untuk membangun pemahaman dasar, (2) workshop simulasi dan role-play yang dikontekstualisasikan dengan bidang keahlian masing-masing jurusan, dan (3) sesi evaluasi dan refleksi dengan umpan balik langsung. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif (pemahaman konsep), afektif (kepercayaan diri dan kesadaran profesional), serta psikomotorik (keterampilan komunikasi verbal dan nonverbal). Analisis mendalam mengungkap bahwa pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kolaboratif lintas disiplin tidak hanya efektif dalam menutup kesenjangan antara teori dan praktik, tetapi juga berhasil memicu pergeseran paradigma (mindset shift) peserta mengenai integrasi antara penampilan profesional dan kemampuan komunikasi sebagai satu kesatuan dalam membangun pelayanan unggul (excellent service). Kegiatan ini telah memberikan dampak berlapis, mulai dari transformasi personal mahasiswa, penguatan kompetensi yang langsung teraplikasi, hingga penciptaan nilai tambah dan komitmen keberlanjutan bagi institusi mitra. Dengan demikian, model intervensi yang diterapkan direkomendasikan sebagai strategi penguatan soft skills mahasiswa yang efektif, aplikatif, dan relevan dengan tuntutan dunia kerja kontemporer.
Mengoptimalkan Peran Guru BK sebagai Career Bridge Builder: Pelatihan Strategi Link and Match untuk SMA/SMK/MA se-Kabupaten Trenggalek Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i01.3201

Abstract

Latar Belakang: Kesenjangan kompetensi (skills gap) antara lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja merupakan tantangan serius, termasuk di Kabupaten Trenggalek. Kebijakan link and match menuntut peran aktif seluruh pemangku kepentingan, di mana Guru Bimbingan dan Konseling (BK) berpotensi menjadi career bridge builder yang strategis. Namun, kapasitas Guru BK dalam mengoperasionalkan konsep link and match ke dalam layanan bimbingan karir yang kontekstual masih memerlukan penguatan. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kapasitas Guru BK sebagai career bridge builder melalui penguasaan strategi link and match, (2) memfasilitasi penyusunan Rencana Program Tindakan (RPT) bimbingan karir yang relevan, dan (3) membentuk jejaring berkelanjutan antara Guru BK dengan dunia industri dan pemerintah daerah. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap menggunakan pendekatan partisipatoris. Tahap persiapan meliputi analisis kebutuhan dan penyusunan modul. Tahap pelaksanaan berupa pelatihan satu hari (29 Januari 2026) yang berisi transfer pengetahuan, seminar dan workshop interaktif penyusunan RPT. Tahap evaluasi dan tindak lanjut mencakup analisis pre-test/post-test, pendampingan online, dan evaluasi dampak. Hasil: Peserta berjumlah 52 Guru BK dari berbagai jenjang. Analisis menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan gain score normalisasi sebesar 0,68. Sepuluh draft RPT yang inovatif dan kontekstual berhasil dihasilkan, menunjukkan pergeseran paradigma menuju pendekatan outward-looking. Terbentuknya komunitas praktisi dan komitmen kolaborasi lintas sekolah menjadi modal sosial untuk keberlanjutan. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif dalam mengoptimalkan peran Guru BK sebagai career bridge builder dan ecosystem orchestrator. Keberhasilan ini ditopang oleh metode pelatihan yang aplikatif dan kontekstual. Implikasi kegiatan mencakup penguatan layanan bimbingan karir di sekolah, penyediaan calon tenaga kerja yang lebih siap bagi industri, serta kontribusi pada pengembangan ekonomi daerah. Keberlanjutan program memerlukan dukungan kebijakan, pendampingan berjenjang, dan komitmen kolektif dari seluruh pemangku kepentingan