Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap kemampuan memproses dan memahami bahasa tulis (reading comprehension) pada mahasiswa dalam kajian psikolinguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memengaruhi kemampuan memahami bacaan akademik, terutama pada aspek perhatian (attention), memori kerja (working memory), dan integrasi makna. Mahasiswa cenderung mengalami kesulitan mempertahankan fokus, mudah terdistraksi oleh notifikasi media sosial, serta perlu membaca ulang untuk memahami isi bacaan. Meskipun demikian, mahasiswa menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan pemahaman bacaan, seperti membatasi penggunaan media sosial saat belajar, membuat rangkuman, dan mencatat poin-poin penting. Dengan demikian, kemampuan memahami bahasa tulis pada mahasiswa dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan media sosial dan proses kognitif yang terlibat dalam pemrosesan bahasa.
Copyrights © 2026