Stabilitas mesin pengemas otomatis menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas produksi dan mutu kemasan produk pangan cair. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas mesin RTY-10S Rotary Doy Pouch pada proses pengemasan kecap pouch 550 mL melalui integrasi Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses, Pareto, Failure Mode and Effect Analysis, dan diagram Ishikawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan observasi pada 13 kali proses produksi dan total output 26.574 pouch. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata OEE sebesar 30%, terdiri atas availability 56%, performance 66%, dan quality 83%. Analisis Six Big Losses menunjukkan kerugian dominan berasal dari breakdown loss 25%, reduced speed loss 20%, small stop loss 20%, serta setup and adjustment loss 19%. Dari sisi mutu kemasan, ditemukan 4.564 produk gagal atau 17,17% dari total produksi, dengan cacat dominan berupa pouch tidak terisi sebanyak 4.218 kasus atau 15,87%. Hasil FMEA menunjukkan bahwa kurangnya preventive maintenance, ketiadaan SOP setup mesin, keausan vacuum pad, gangguan gripper, error sensor, dan ketidakstabilan parameter operasi merupakan penyebab kritis yang memengaruhi efektivitas mesin dan reliabilitas mutu kemasan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kehilangan efektivitas mesin dan mekanisme cacat produk ke dalam satu kerangka prioritas perbaikan. Rekomendasi perbaikan diarahkan pada preventive maintenance terjadwal, penyusunan SOP setup, inspeksi vacuum pad dan gripper, pembersihan sensor, standardisasi parameter, kalibrasi filling, serta peningkatan kompetensi operator.
Copyrights © 2026