Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan merupakan aset ekonomi strategis milik Pemerintah Kabupaten Jember di sektor hulu komoditas kopi, namun belum terintegrasi secara optimal dengan klaster Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) industri kreatif di sektor hilir. Hambatan utama dari kondisi parsial ini terletak pada lemahnya aliansi kelembagaan formal serta adanya batasan regulasi administrasi publik BUMD yang kaku menghadapi fleksibilitas pasar ritel UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prospektus kebijakan publik melalui evaluasi kelayakan sosiologi-kelembagaan guna mengakselerasi rantai nilai kopi lokal secara berkelanjutan. Menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan Integrated feasibility framework, data primer dan sekunder dihimpun melalui wawancara mendalam dengan pihak birokrasi BUMD serta kuesioner terstruktur kepada pelaku UMKM kopi di Kabupaten Jember. Analisis data kelembagaan dilakukan untuk mengidentifikasi celah kebijakan dan merancang struktur formal aliansi strategis inter-organisasi yang bebas dari konflik kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hulu-hilir memerlukan Model Prospektus Aliansi Integratif (MPAI) yang menyatukan dimensi kebijakan makro-institusional dengan mekanisme pasar mikro-bisnis. Rekomendasi kebijakan ini diharapkan dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pemerintah daerah dalam penguatan ekonomi akar rumput berbasis komoditas unggulan tanpa melanggar legalitas eksternal birokrasi.
Copyrights © 2026