Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kreatif Mengantisipasi Gagal Panen di Tengah Pandemi Covid-19 Dengan Pemanfaatan Limbah Organik Hasil Pertanian Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pestisida Organik Cholyubi Yusuf; Ariesia A Gemaputri; Sri Sundari; Ida Adha Anrosana Pongoh
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i2.2392

Abstract

Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat PNBP pada Kelompok tani “Adil Makmur” berawal dari permintaan bantuan solusi yang berkaitan dengan bagaimana mengolah limbah organik hasil pertanian menjadi produk yang bermanfaat bagi tanaman lagi selain untuk pakan ternak dan pupuk organik. Permasalahan utama yang dikemukakan oleh ketua kelompok tani “Adil Makmur adalah limbah organik hasil pertanian pada kelompok ini belum termanfaatkan secara maksimal, sehingga tampak seperti onggokan sampah yang tidak berguna yang pada akhirnya akan dibakar agar tidak terlihat menumpuk pada salah satu sudut lahan petani. dan bentuk produk apa yang tepat untuk dapat dimanfaatkan kembali oleh petani dalam kegiatan budidayanya. Secara rinci permasalahan yang ditemukan pada saat survey lapang antara lain; (1) belum termanfaatkannya limbah organik hasil pertanian secara maksimal; (2) bagaimana implementasi produk hasil olahan limbah organik hasil pertanian yang berupa pestisida organik; (3) Bagaimana mengkomersialkan produk olahan limbah organikhasil pertanian;(4) bagaimana cara mengurus ijin edar produk agar produk dapat di terima oleh konsumen tanpa ragu dalam penggunaannya Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka kegiatan pengabdian masyarakat PNBP ini bertujuan mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra dengan menawarkan suatu bentuk pelatihan mengolah limbah organik hasil pertanian yang mudah dilakukan oleh mitra serta pendampingan implementasi produk yang dihasilkan. Pelatihan pengemasan produk sebagai upaya komersialisasi produk dan pelatihan manajemen usaha untuk menunjang keberlangsungan usaha produksi pestisida organik. Pendampingan dan pelatihan cara mengurus ijin edar produk untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas wilayah pemasaran produk.
Akselerasi Ekonomi Akar Rumput: Prospektus Kebijakan Publik dalam Integrasi BUMD dan Klaster UMKM Kopi: Grassroots Economic Acceleration: A Public Policy Prospectus on the Integration of Regionally Owned Enterprises and Coffee MSME Clusters Andarula Galushasti; Luluk Cahyo Wiyono; Ida Adha Anrosana Pongoh; Taufik Hidayat
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 26 No 02 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan merupakan aset ekonomi strategis milik Pemerintah Kabupaten Jember di sektor hulu komoditas kopi, namun belum terintegrasi secara optimal dengan klaster Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) industri kreatif di sektor hilir. Hambatan utama dari kondisi parsial ini terletak pada lemahnya aliansi kelembagaan formal serta adanya batasan regulasi administrasi publik BUMD yang kaku menghadapi fleksibilitas pasar ritel UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan prospektus kebijakan publik melalui evaluasi kelayakan sosiologi-kelembagaan guna mengakselerasi rantai nilai kopi lokal secara berkelanjutan. Menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan Integrated feasibility framework, data primer dan sekunder dihimpun melalui wawancara mendalam dengan pihak birokrasi BUMD serta kuesioner terstruktur kepada pelaku UMKM kopi di Kabupaten Jember. Analisis data kelembagaan dilakukan untuk mengidentifikasi celah kebijakan dan merancang struktur formal aliansi strategis inter-organisasi yang bebas dari konflik kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi hulu-hilir memerlukan Model Prospektus Aliansi Integratif (MPAI) yang menyatukan dimensi kebijakan makro-institusional dengan mekanisme pasar mikro-bisnis. Rekomendasi kebijakan ini diharapkan dapat menjadi cetak biru (blueprint) bagi pemerintah daerah dalam penguatan ekonomi akar rumput berbasis komoditas unggulan tanpa melanggar legalitas eksternal birokrasi.
Scaling Up Small-Scale Agro-Industries: Strategic Marketing Priorities for Sustainable Competitive Advantage Bagus Putu Yudhia Kurniawan; Dian Rizky; Datik Lestari; Andarula Galushasti; Retno Sari Mahanani; Ida Adha Anrosana Pongoh
Journal of Business Management Vol. 4 No. 1 (2026): August (In Progress)
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jobm.v4i1.142

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the agroindustry sector play a vital role in economic growth in developing countries. Although capable of producing high-quality, preservative-free food commodities, many traditional agroindustries face stagnation in business scaling up due to limited human resource capabilities, particularly in the field of digital marketing. This study aims to formulate the most optimal marketing strategy priorities for a local banana chip agroindustry in East Java, Indonesia. Using a quantitative descriptive approach, this study integrates the Internal Factor Evaluation (IFE) matrix, the External Factor Evaluation (EFE) matrix, the Internal-External (IE) matrix, SWOT analysis, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Data collection involved assessments by experts and practitioners, with instrument weighting using the Paired Comparison technique to ensure evaluation precision. The research results validate solid internal strengths with an IFE score of 2.96 and the ability to respond to external conditions with an EFE score of 2.69, positioning the agroindustry in Quadrant V (Hold and Maintain / Grow and Build) on the IE Matrix. The most crucial finding from the QSPM analysis demonstrates that the highest-priority strategy, with a Total Attractiveness Score (TAS) of 7.42, is not the modification of physical products but rather the addition of specialized personnel in the field of marketing. This finding contributes to the literature on SME strategic management by confirming that a shift from conventional operational management toward functional specialization (digital marketing) is an absolute prerequisite for expanding market reach and maintaining a competitive advantage.
Implementasi Strategi Digital Marketing melalui Visual Interactive Arjasa Arts (VIAA) Berbasis Transformasi Digital: Scale-Up Pelestarian dan Inovasi Seni Ta’ Butaan: Implementation of a Digital Marketing Strategy through Visual Interactive Arjasa Arts (VIAA) Based on Digital Transformation: Scaling Up the Preservation and Innovation of Ta’ Butaan Art Bagus Putu Yudhia Kurniawan; Mushthofa Kamal; Khafidurrohman Agustianto; Purnamie Titisari; Retno Sari Mahanani; Ida Adha Anrosana Pongoh; Andarula Galushasti; Luluk Cahyo Wiyono
Agrimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Pertanian Vol. 5 No. 1 (2026): APRIL (IN PROGRESS)
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/agrimas.v5i1.72

Abstract

Kesenian Ta' Butaan di Desa Adat Arjasa rentan mengalami krisis regenerasi akibat terputusnya transmisi budaya antargenerasi dan rendahnya literasi digital pemangku adat. Program pengabdian ini bertujuan menjembatani kesenjangan tersebut melalui pemberdayaan pemuda desa sebagai motor penggerak transformasi digital pelestarian seni. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory empowerment yang meliputi tahap sosialisasi, pelatihan digital storynomics, kurasi konten, dan implementasi teknologi. Intervensi utama dilakukan melalui penerapan Visual Interactive Arjasa Arts (VIAA) sebagai sistem manajemen destinasi budaya kolaboratif. Hasil program menunjukkan tingkat ketercapaian lebih dari 85%, ditandai peningkatan kapasitas SDM yang melibatkan 20 pemuda lokal. Secara praktis, program berhasil memproduksi 22 arsip konten digital serta mengaktifkan fitur e-ticketing, pertunjukan virtual, dan visitor counter pada platform VIAA. Integrasi teknologi berbasis komunitas ini sukses mendekatkan kembali generasi muda pada akar budayanya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif baru.