Pembelajaran IPAS di materi sistem pencernaan manusia masih menghadapi kendala sebab kurangnya penggunaan media belajar yang menarik, sehingga murid cenderung bosan, kurang tertarik, serta sulit mengerti materi. Tujuan dari riset ini guna menganalisis kebutuhan pengembangan media belajar DOSIS (Domino Sistem Pencernaan) berbantuan augmented reality (AR) di kelas V sekolah dasar. Metode yang diterapkan yakni kualitatif melalui pengumupulan data dengan observasi, wawancara, dan angket kepada 1 pendidik serta 30 murid SD Negeri 3 Ngetos. Analisis data melalui beberapa tahapan seperti reduksi data, menyajikan data, serta menarik simpulan. Temuan studi menunjukkan jika pembelajaran masih didominasi metode ceramah, menyebabkan rendahnya keterlibatan siswa dan hasil belajar yang belum optimal. Sebanyak 70% siswa belum memahami materi, 65% kurang tertarik, dan 83,3% merasa bosan. Di sisi lain, 100% siswa lebih semangat belajar jika disertai permainan dan 93,3% tertarik menggunakan media domino. Dengan demikian media DOSIS berbantuan augmented reality dibutuhkan sebagai inovasi belajar yang mampu menaikkan motivasi, keaktifan, dan pemahaman murid. Oleh karena itu, perlu dikembangkan media DOSIS berbantuan augmented reality yang dibuat dengan menarik, interaktif, serta sesuai dengan karakter murid agar dapat mendukung tahap belajar yang lebih efektif serta bermakna.
Copyrights © 2026