Materi organel sel merupakan salah satu materi biologi yang bersifat abstrak sehingga memerlukan media pembelajaran yang mampu memvisualisasikan struktur dan fungsi organel secara lebih konkret. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media ajar tiga dimensi (3D) nyata dan media ajar 3D virtual terhadap hasil belajar siswa pada materi organel sel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas 95 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sindue yang terbagi ke dalam dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol melalui teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar, kemudian dianalisis dengan uji normalitas, uji homogenitas, one-way ANOVA, dan uji lanjut Bonferroni menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest pada kelas eksperimen 1, eksperimen 2, dan kontrol berturut-turut adalah 58,44; 57,71; dan 57,56. Setelah perlakuan, rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 84,44; 77,74; dan 69,81. Hasil one-way ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antarkelompok (F = 353,244; p < 0,05), sedangkan uji Bonferroni mengonfirmasi bahwa seluruh pasangan kelompok memiliki perbedaan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa media ajar 3D nyata memberikan pengaruh paling besar terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi organel sel.
Copyrights © 2026