Rendahnya hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menuntut penerapan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model pembelajaran Problem Solving dalam meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas IV SD Negeri 43 Manado. Penelitian menggunakan metode Classroom Action Research (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tingkat ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Solving meningkatkan hasil belajar siswa secara bertahap hingga melampaui kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran yang berpusat pada pemecahan masalah mampu mendorong partisipasi aktif, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman konsep yang lebih baik. Temuan ini mengindikasikan bahwa model Problem Solving layak diterapkan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026