Kondisi kehilangan kebebasan dan overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) memicu tekanan psikologis berat bagi narapidana. Manifestasi klinis yang mendominasi adalah kecemasan yang berdampak pada gangguan tidur (insomnia) hingga ketegangan otot. Latihan Otot Progresif atau Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi salah satu intervensi non-farmakologi mandiri yang efektif untuk memutus rantai kecemasan tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengedukasi dan melatih narapidana menggunakan teknik PMR sebagai mekanisme koping adaptif untuk mengatasi kecemasan secara mandiri. Pendekatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan interaktif melalui media presentasi PowerPoint (PPT), pembagian leaflet, serta metode demonstrasi langsung. Kegiatan ini melibatkan 25 narapidana (4 wanita dan 21 laki-laki) di Lapas. Tingkat penguasaan psikomotorik peserta diukur pada sesi akhir melalui metode redemonstrasi terhadap 7 gerakan inti PMR. Sesi tanya jawab awal mendeteksi bahwa 84% peserta mengeluhkan gejala fisik akibat kecemasan, namun 100% belum mengenal teknik PMR. Evaluasi pasca-intervensi menunjukkan keberhasilan transfer keterampilan yang sangat memuaskan, dengan rata-rata tingkat penguasaan gerakan berada di atas 88%. Peserta menunjukkan atensi visual, pemahaman kognitif, dan kemampuan motorik yang tinggi dalam mempraktikkan variasi gerakan wajah dan tubuh secara tepat. Edukasi kesehatan berbasis PMR terbukti efektif membekali warga binaan dengan keterampilan koping yang mandiri, murah, dan aplikatif untuk meredakan ketegangan fisik serta mengelola kecemasan selama masa pembinaan di Lapas.
Copyrights © 2026