Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana transformasi fungsi ruang pesisir terjadi pascabanjir bandang, bagaimana dinamika ekonomi lokal berkembang, serta bagaimana masyarakat beradaptasi dalam mempertahankan kehidupan mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan nelayan, pedagang, masyarakat sekitar, serta pengunjung Pantai Parkit. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pascabanjir bandang terjadi perubahan fungsi ruang pesisir dari kawasan yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat lokal menjadi ruang publik yang ramai dikunjungi wisatawan karena perubahan bentang alam yang dianggap menarik. Perubahan tersebut turut memengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Aktivitas perikanan mengalami berbagai kendala akibat sedimentasi dan kerusakan alat tangkap, tetapi di sisi lain muncul peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan kayu sisa banjir, aktivitas jasa, dan meningkatnya kunjungan wisatawan. Selain itu, masyarakat juga melakukan berbagai bentuk adaptasi, seperti menjaga kebersihan lingkungan, mengatur aktivitas pengunjung, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa banjir bandang telah mendorong terjadinya transformasi ruang pesisir yang berdampak pada perubahan sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus melahirkan berbagai strategi adaptasi untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan di tengah kondisi pascabencana.
Copyrights © 2026