Organisasi kemahasiswaan merupakan wahana strategis dalam mengembangkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan organisasi. Meningkatnya keterlibatan perempuan sebagai pemimpin organisasi kemahasiswaan menunjukkan adanya perubahan dalam praktik kepemimpinan di perguruan tinggi, namun karakteristik gaya kepemimpinan perempuan serta perbedaannya dengan kepemimpinan laki-laki masih perlu dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan perempuan pada organisasi lembaga kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang membedakan gaya kepemimpinan perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian berjumlah sepuluh orang yang dipilih secara purposive, terdiri atas ketua umum perempuan yang sedang menjabat, demisioner ketua umum perempuan, dan pengurus organisasi kemahasiswaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan perempuan cenderung menerapkan karakteristik kepemimpinan transformasional yang dipadukan dengan kepemimpinan demokratis melalui keteladanan, motivasi, komunikasi terbuka, dan pelibatan anggota dalam pengambilan keputusan. Selain itu, perbedaan gaya kepemimpinan perempuan dan laki-laki terletak pada pola komunikasi, pendekatan pengambilan keputusan, orientasi kepemimpinan, serta cara membangun hubungan dengan anggota. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan organisasi lebih ditentukan oleh kompetensi, kemampuan membangun komunikasi, dan pemberdayaan anggota daripada oleh perbedaan gender.
Copyrights © 2026