Tingginya durasi konsumsi internet di Indonesia tidak diiringi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Pemuda Karang Taruna sebagai pengguna aktif media sosial rentan terjebak oleh manipulasi psikologis, bias konfirmasi, hingga disinformasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi kognitif dan keterampilan teknikal mitra dalam memverifikasi hoaks. PkM menerapkan pendekatan makro Participatory Technology and Education melalui empat tahapan antara lain asesmen awal, sosialisasi teoretis, workshop praktis, dan evaluasi akhir. Pada fase workshop, proses edukasi dipandu menggunakan kerangka kerja SIFT (Stop, Investigate, Find Better Coverage, Trace Claims) yang diimplementasikan ke dalam empat fokus eksperimen instrumen Open-Source Intelligence (OSINT). Evaluasi menunjukkan kenaikan signifikan kompetensi peserta: identifikasi hoaks naik menjadi 88%, pengenalan rekayasa AI mencapai 75%, dan keterampilan mengoperasikan alat verifikasi digital (OSINT) mengalami peningkatan sebesar 48% (dari 32% ke 80%). Pemahaman hukum siber (UU ITE) juga menguat hingga 92%. Integrasi pendekatan partisipatif dan framework SIFT efektif mentransformasi pemuda menjadi Agen Literasi Digital yang kompeten di tingkat akar rumput.
Copyrights © 2026