Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Hero Dalam Film Gundala: Analisis Semiotika Roland Bartes Jaka Jaka Atmaja; Amir; Teguh Tri Susanto; Khairul Rizal; Nuralam
Jurnal Media Penyiaran Vol. 2 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.837 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v2i1.952

Abstract

Dalam penelitian ini penulis akan memfokuskan pada representasi seorang Hero yang ditampilkan dalam film Gundala diwakilkan oleh seorang tokoh bernama Sancaka. Penulis akan menggunakan beberapa adegan dalam film untuk mendukung analisis yang kemudian dikaitkan dengan beberapa teori yang ada. Gundala adalah satu film yang sangat penting untuk dijadikan objek penelitian dikarenakan kisahnya diangkat dari komik di era tahun 1969 an. Perubahan konteks dan konten Gundala dari tahun 1969 ke 2019 menjadi satu hal yang unik untuk diteliti saat ini. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini membahas mengenai bagaimana Representasi Hero dalam film Gundala: Analisis Seniotika Roland Barthes. berdasarkan makna atas tanda-tanda dalam teks film tersebut. Berkaitan dengan masalah penelitian dan metode yang digunakan maka penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif . Dengan memakai semiologi model Barthes maka analisis data akan dilakukan melalui dua tahap signifikasi, yaitu denotasi dan konotasi serta mitos. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis menarik kesimpulan yaitu:Secara Denotasi Sancaka (Gundala) sebagai seorang Pahlawan yang cukup berpengaruh dalam berperan menolong para pedagang dipasar dan melindungi yang lemah.Secara konotasi Sancaka (Gundala) dalam film Gundala ini digambarkan sebagai sosok yang memiliki karakter petarung yang kuat yang didapat dari sebuah kekuatan petir. Secara mitos sosok hero yang identik dengan aksi superhero nya , selanjutnya penggambaran sosok Sancaka dengan karakter sederhana namun baik serta melindungi untuk masyarakat yang lemah dan tertindas. Kata Kunci: Representasi, Film Gundala, Semiotika Roland Barthes.
Literasi Digital Penangkal Hoaks: Upaya Identifikasi, Verifikasi, dan Pemberdayaan Karang Taruna Yuris Alkhalifi; Khairul Rizal; Nur Alam; Amir
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1274

Abstract

Tingginya durasi konsumsi internet di Indonesia tidak diiringi dengan kemampuan literasi digital yang memadai. Pemuda Karang Taruna sebagai pengguna aktif media sosial rentan terjebak oleh manipulasi psikologis, bias konfirmasi, hingga disinformasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi kognitif dan keterampilan teknikal mitra dalam memverifikasi hoaks. PkM menerapkan pendekatan makro Participatory Technology and Education melalui empat tahapan antara lain asesmen awal, sosialisasi teoretis, workshop praktis, dan evaluasi akhir. Pada fase workshop, proses edukasi dipandu menggunakan kerangka kerja SIFT (Stop, Investigate, Find Better Coverage, Trace Claims) yang diimplementasikan ke dalam empat fokus eksperimen instrumen Open-Source Intelligence (OSINT). Evaluasi menunjukkan kenaikan signifikan kompetensi peserta: identifikasi hoaks naik menjadi 88%, pengenalan rekayasa AI mencapai 75%, dan keterampilan mengoperasikan alat verifikasi digital (OSINT) mengalami peningkatan sebesar 48% (dari 32% ke 80%). Pemahaman hukum siber (UU ITE) juga menguat hingga 92%. Integrasi pendekatan partisipatif dan framework SIFT efektif mentransformasi pemuda menjadi Agen Literasi Digital yang kompeten di tingkat akar rumput.