Jamur laut yang nasiosiasi dengan spons merupakan salah satu sumber potensial metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan toksisitas metabolit sekunder jamur laut yang diisolasi dari spons Scleractinia sp. yang dikoleksi di Perairan Amed, Bali. Penelitian diawali dari identifikasi jamur dilakukan secara morfologis dan molekuler berdasarkan sekuens Internal Transcribed Spacer (ITS). Isolat difermentasi pada media nasi dengan dan tanpa penambahan garam, kemudian diekstraksi hingga diperoleh ekstrak metanol. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), sedangkan toksisitas diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil isolasi didapatkan 1 isolat jamur SP 4-2 yang diidentifikasi sebagai Penicillium citrinum. Skrining fitokimia menunjukkan keberadaan alkaloid dan flavonoid pada kedua perlakuan media. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol P. citrinum SP 4-2 memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 terendah pada media dengan penambahan garam sebesar 64,72 ± 4,81 µg/mL. Uji toksisitas menunjukkan aktivitas toksik yang tinggi dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 19,33 ± 1,53 dan 51,02 ± 5,12 µg/mL pada media dengan dan tanpa penambahan garam. Hal ini menunjukkan bahwa P. citrinum SP 4-2 berpotensi sebagai sumber metabolit sekunder bioaktif dengan aktivitas antioksidan dan toksisitas yang signifikan, serta berpeluang dikembangkan lebih lanjut untuk uji farmakologis sebagai antikanker.
Copyrights © 2026