Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bioaktivitas dan Identifikasi Molekuler Jamur yang Diisolasi dari Sedimen di Pantai Amed dan Tulamben Wulandari, Ni Made Widya; Dwijayanti, Ni Kadek; Putri, Ni Putu Ananda Eka; Putra, I Putu Yogi Astara; Leliqia, Ni Putu Eka; Wibowo, Joko Tri; Dwija, Ida Bagus Nyoman Putra; Ariantari, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 11 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v11i1.10745

Abstract

Marine fungi have demonstrated the ability to produce promising new bioactive compounds. This study aims to isolate fungi from the marine sediments collected from Amed and Tulamben Beaches, Bali, Indonesia and investigate the bioactivity of the fungal extracts. Following fungal isolation, pure isolates were obtained and fermented on rice media containing salt and without salt. Next, secondary metabolites were extracted with ethyl acetate, then separated by liquid-liquid extraction using methanol containing 10% water and n-hexane. The resulting MeOH extracts were analyzed for their phytochemical content and tested for their antimicrobial and antioxidant activities using the disc diffusion and 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method, respectively. In total, three fungal isolates were obtained. Molecular identification from the Internal Transcribed Spacer (ITS) region of the isolates showed the closest relationship to Aspergillus sp., Aspergillus tamarii, and Trichoderma sp. Phytochemical analysis showed all fungal extracts contained alkaloids and polyphenols. Moreover, extract from Trichoderma sp. SED-TU (1) (NS) inhibited Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, and Streptococcus mutans with inhibition zone diameters of 4.69±0.16; 3.51±0.01, and 3.49±0.25 mm, respectively. Extract from Aspergillus tamarii RM-S-SED-AM (S) inhibited Candida albicans with an inhibition zone of 7.04±0.22 mm and also had strong antioxidant activity with an IC50 value of 62.00±0.35 µg/mL. This study indicates that fungal isolates from marine sediments have great potential as a source of bioactive natural products.
Fermentasi, uji aktivitas antioksidan, dan uji toksisitas metabolit sekunder jamur Penicillium citrinum SP 4-2 dari spons Scleractinia sp. Listyaningrum, Ni Made Diah; Dewi, Ni Komang Ayu Cintia; Dwijayanti, Ni Kadek; Leliqia, Ni Putu Eka; Wirajana, I Nengah; Wibowo, Joko Tri; Ariantari, Ni Putu
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p01

Abstract

Jamur laut yang nasiosiasi dengan spons merupakan salah satu sumber potensial metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan toksisitas metabolit sekunder jamur laut yang diisolasi dari spons Scleractinia sp. yang dikoleksi di Perairan Amed, Bali. Penelitian diawali dari identifikasi jamur dilakukan secara morfologis dan molekuler berdasarkan sekuens Internal Transcribed Spacer (ITS). Isolat difermentasi pada media nasi dengan dan tanpa penambahan garam, kemudian diekstraksi hingga diperoleh ekstrak metanol. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), sedangkan toksisitas diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil isolasi didapatkan 1 isolat jamur SP 4-2 yang diidentifikasi sebagai Penicillium citrinum. Skrining fitokimia menunjukkan keberadaan alkaloid dan flavonoid pada kedua perlakuan media. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol P. citrinum SP 4-2 memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 terendah pada media dengan penambahan garam sebesar 64,72 ± 4,81 µg/mL. Uji toksisitas menunjukkan aktivitas toksik yang tinggi dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 19,33 ± 1,53 dan 51,02 ± 5,12 µg/mL pada media dengan dan tanpa penambahan garam. Hal ini menunjukkan bahwa P. citrinum SP 4-2 berpotensi sebagai sumber metabolit sekunder bioaktif dengan aktivitas antioksidan dan toksisitas yang signifikan, serta berpeluang dikembangkan lebih lanjut untuk uji farmakologis sebagai antikanker.