Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fermentasi, uji aktivitas antioksidan, dan uji toksisitas metabolit sekunder jamur Penicillium citrinum SP 4-2 dari spons Scleractinia sp. Listyaningrum, Ni Made Diah; Dewi, Ni Komang Ayu Cintia; Dwijayanti, Ni Kadek; Leliqia, Ni Putu Eka; Wirajana, I Nengah; Wibowo, Joko Tri; Ariantari, Ni Putu
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p01

Abstract

Jamur laut yang nasiosiasi dengan spons merupakan salah satu sumber potensial metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan toksisitas metabolit sekunder jamur laut yang diisolasi dari spons Scleractinia sp. yang dikoleksi di Perairan Amed, Bali. Penelitian diawali dari identifikasi jamur dilakukan secara morfologis dan molekuler berdasarkan sekuens Internal Transcribed Spacer (ITS). Isolat difermentasi pada media nasi dengan dan tanpa penambahan garam, kemudian diekstraksi hingga diperoleh ekstrak metanol. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), sedangkan toksisitas diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil isolasi didapatkan 1 isolat jamur SP 4-2 yang diidentifikasi sebagai Penicillium citrinum. Skrining fitokimia menunjukkan keberadaan alkaloid dan flavonoid pada kedua perlakuan media. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol P. citrinum SP 4-2 memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 terendah pada media dengan penambahan garam sebesar 64,72 ± 4,81 µg/mL. Uji toksisitas menunjukkan aktivitas toksik yang tinggi dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 19,33 ± 1,53 dan 51,02 ± 5,12 µg/mL pada media dengan dan tanpa penambahan garam. Hal ini menunjukkan bahwa P. citrinum SP 4-2 berpotensi sebagai sumber metabolit sekunder bioaktif dengan aktivitas antioksidan dan toksisitas yang signifikan, serta berpeluang dikembangkan lebih lanjut untuk uji farmakologis sebagai antikanker.
Aktivitas Antijamur Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) dan Rimpang Kunyit (Curcuma longa) terhadap Candida albicans Dewi, Ni Komang Ayu Cintia; Waskito, Andreas Gangsar Bayu; Premanadinata, I Komang Yodi; Dewi, Gusti Ayu Indah Pradnya Apsari; Avrillya, Dhea Amanda; Kusuma, Anak Agung Ayu Vivi Trysbiantari; Susila, Cokorda Istri Diah Ari Saci Prabandari; Ujam, Nonye Treasure; Leliqia, Ni Putu Eka; Ariantari, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v12i2.12917

Abstract

Background: Recurrent aphthous stomatitis is a common and painful multifactorial inflammatory condition of the oral mucosa, with a global prevalence of 20% and of 8% in Indonesia. The resulting open mucosal ulcerations facilitate opportunistic Candida albicans infection. The current increase in antifungal resistance of up to 40% has prompted research for alternative natural ingredients for safer and more effective treatments.Objective: This study aimed to evaluate the antifungal activity of ethanolic extracts of cinnamon bark and turmeric, both individually and in combination, against C. albicans.Methods: The extracts were obtained through a maceration method with 96% ethanol, and their phytochemical content was analyzed using LC-MS/MS. For the antifungal assay, the minimum inhibitory concentration (MIC) and minimum fungicidal concentration (MFC) values were determined using a microdilution test, while the effect of the extract combination was evaluated using a checkerboard microdilution method.Results: LC-MS/MS analysis tentatively identified ar-turmerone, bisdemethoxycurcumin, and curcumin in turmeric extract, while cinnamon bark extract contained nitrogen-containing compounds. Turmeric extract showed stronger antifungal activity, with MIC and MFC values of 1,000 µg/mL, while cinnamon bark extract showed MIC and MFC values of 2,000 and >8,000 µg/mL, respectively. The combination of the two extracts led to a stronger inhibitory activity than each extract, resulting in an FICI of 0.14, indicating a synergistic effect.Conclusions: These findings suggested that the combined treatment suppressed fungal growth at much lower concentrations, indicating a strong synergistic interaction between turmeric and cinnamon bark extracts with potential as a natural antifungal agent against C. albicans.