Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kebijakan regrouping sekolah dasar negeri di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, yang mengancam keberlangsungan beberapa sekolah karena rendahnya jumlah peserta didik baru, namun di tengah situasi tersebut SD Negeri 1 Bendan justru berhasil mempertahankan eksistensinya dengan jumlah peserta didik tertinggi (161 siswa) dibandingkan sekolah negeri lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding sekolah yang berbasis pada peran guru dan program unggulan "Pagi Ceria" dalam meningkatkan minat peserta didik baru di SD Negeri 1 Bendan serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung keberhasilannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan SD Negeri 1 Bendan ditopang oleh tiga pilar utama yaitu (1) profesionalitas dan kedisiplinan guru yang tercermin dari kehadiran tepat waktu serta penutupan gerbang pukul 07.00 WIB; (2) budaya kekeluargaan dan kolaborasi antara guru junior yang ahli teknologi dengan guru senior yang kaya pengalaman; serta (3) program unggulan "Pagi Ceria" yang terstruktur setiap hari (upacara, literasi numerasi, kegiatan keagamaan, pentas seni, senam, permainan tradisional, kebersihan lingkungan, pramuka) yang didokumentasikan dan dipublikasikan melalui media sosial Instagram dan TikTok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi branding sekolah yang efektif di era persaingan dan kebijakan regrouping tidak hanya mengandalkan program unggulan semata, melainkan juga membutuhkan fondasi profesionalitas guru, kedisiplinan kolektif, modal sosial berupa kolaborasi internal, serta pemanfaatan media sosial sebagai instrumen publikasi dan pembangunan citra positif sekolah.
Copyrights © 2026