Tradisi Bersih Desa Keduk Beji di Desa Dero Kabupaten Ngawi merupakan wujud kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur terhadap hasil bumi sekaligus sarana menjaga keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah kemunculan tradisi, menganalisis dinamika pelaksanaannya pada periode 2000–2023, serta mengungkap makna dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode historis dengan tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta pelaku budaya setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Keduk Beji telah mengalami dinamika yang dipengaruhi oleh kebijakan daerah, perubahan sosial, dan modernisasi, namun tetap bertahan melalui adaptasi nilai-nilai religius dan sosial. Pada masa kepemimpinan Kepala Desa Ariyadi sejak 2013, kegiatan pengajian umum menjadi bagian dari prosesi tradisi, memperkuat sinergi antara aspek religius dan budaya. Di masa pandemi Covid-19 (2020–2021), pelaksanaan tradisi disederhanakan tanpa menghilangkan makna utamanya, dan kembali semarak pada 2022–2023. Tradisi ini mencerminkan nilai moral, sosial, spiritual, ekologis, dan edukatif yang berperan penting dalam memperkuat identitas serta solidaritas masyarakat lokal.
Copyrights © 2026