Keterbatasan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru Bahasa Indonesia dalam mengembangkan bahan ajar berbasis sastra lisan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan koordinasi, analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai mitra. Metode yang digunakan adalah Participatory Action yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai konsep sastra lisan, teknik penyusunan bahan ajar, serta strategi mengintegrasikan sastra lisan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan bahan ajar yang berbasis sastra lisan sesuai dengan capaian pembelajaran dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendidikan. Oleh karena itu, pendampingan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan agar inovasi bahan ajar tentang sastra lisan dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai jenjang pendidikan
Copyrights © 2026